Kemenhub dan Kemensos Hadirkan 28 Bus Sekolah untuk Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Kamis, 6 November 2025 | 19:58 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kemenhub dengan Kemensos di SRMA 20 Sleman, Yogyakarta (Kemensos)
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kemenhub dengan Kemensos di SRMA 20 Sleman, Yogyakarta (Kemensos)

 

 

YOGYAKARTA, MOCOSIK.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi menghadirkan 28 unit bus sekolah untuk mendukung aktivitas belajar siswa Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, kerja sama tersebut merupakan wujud nyata transformasi pelayanan publik yang berlandaskan keadilan dan empati.

"Kita tidak hanya membangun jalan atau menyediakan kendaraan, tetapi juga membuka jalur kesempatan bagi anak-anak bangsa. Transportasi adalah instrumen pemerataan, memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal karena hambatan akses,"ujar Menhub Dudy, usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Sosial di SRMA 20 Sleman, Yogyakarta, Kamis (6/11/2025). 

Baca Juga: Didampingi Wabup Salmanudin, Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang

Acara penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta Wamensos Agus Jabo.

Dudy menegaskan, Kemenhub akan memastikan seluruh bus sekolah beroperasi dengan aman, terawat, dan tepat guna, sekaligus mendukung Kemensos dalam memperluas jangkauan Sekolah Rakyat hingga ke wilayah terpencil dan perbatasan.

"Dengan pendekatan kolaboratif, pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada beton dan aspal, tetapi berlanjut hingga ke hati dan masa depan masyarakat,"tambahnya.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai sinergi Kemenhub dan Kemensos mencerminkan model kepemimpinan baru yang lintas sektor dan berorientasi pada manusia.

"Transportasi yang inklusif dapat meningkatkan peluang anak untuk tetap bersekolah hingga 30 persen lebih tinggi. Akses bukan hanya soal jalan dan kendaraan, tetapi juga membuka masa depan dan membangun keadilan sosial,"kata Sultan.

Ia menyebut Yogyakarta sebagai“laboratorium kolaboratif”, tempat kebijakan diuji oleh kenyataan dan inovasi lahir dari empati.

Dalam kesempatan yang sama, Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa bus sekolah ini bukan sekadar sarana transportasi, melainkan jembatan menuju masa depan.

"Bus ini membawa anak-anak dari rumah sederhana menuju gerbang ilmu, dari perbatasan menuju ruang kesempatan,"ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X