Pemkab Nganjuk Matangkan 10 Proyek Strategis Daerah Tahun 2026, Ini Rinciannya

photo author
- Senin, 26 Januari 2026 | 20:17 WIB
Pemkab Nganjuk mematangkan persiapan pembangunan Tahun Anggaran 2026 melalui agenda Pemaparan Proyek Strategis Daerah 2026 (nganjukkab.go.id)
Pemkab Nganjuk mematangkan persiapan pembangunan Tahun Anggaran 2026 melalui agenda Pemaparan Proyek Strategis Daerah 2026 (nganjukkab.go.id)

 

NGANJUK, MOCOSIK.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mematangkan persiapan pembangunan Tahun Anggaran 2026 melalui agenda Pemaparan Proyek Strategis Daerah 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan digelar di Ruang Rapat Peringgitan Pemkab Nganjuk, Senin (26/1/2026).

Dalam arahannya, Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen menegaskan pentingnya profesionalisme serta pengawalan proyek sejak tahap perencanaan guna mencegah keterlambatan pelaksanaan.

Pada tahun 2026, Pemkab Nganjuk menetapkan 10 Proyek Strategis Daerah yang diampu oleh empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan rincian:

• Dinas PUPR Nganjuk (7 proyek), meliputi enam proyek rekonstruksi dan rehabilitasi jalan serta satu proyek rehabilitasi Stadion Anjuk Ladang.

• Dinas Kesehatan Nganjuk (1 proyek), yakni relokasi lahan baru Puskesmas Bagor untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Waspada Penipuan Berkedok Dinkes, UMKM di Nganjuk Diminta Tolak Pungutan Tunai

• Dinas PRKPP Nganjuk (1 proyek) berupa bantuan sosial uang yang direncanakan untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

• Dinas Kominfo Nganjuk (1 proyek) terkait penyelenggaraan Jaringan Intra Pemerintah Daerah.

Kang Marhaen menjelaskan, bahwa integritas menjadi kunci utama keberhasilan proyek-proyek strategis tersebut. Ia memastikan tidak akan melakukan intervensi teknis terhadap OPD, namun menuntut seluruh proses berjalan bersih dan sesuai ketentuan.

"Saya tidak akan intervensi ke OPD soal proyek-proyek ini. Yang utama adalah arah kebijakan pemerintah daerah harus mengutamakan keselamatan semua pihak. Harus ada pengawalan ketat mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan dan pelaporan di akhir,"terangnya.

Ia juga meminta agar eksekusi proyek dilakukan lebih awal dengan penjadwalan yang jelas agar tidak melewati tahun anggaran.

"Saya tidak ingin ada proyek yang molor. Segera buat timeline atau jadwal yang jelas,"imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X