Wadirut MIND ID Pastikan Sudah Saatnya Indonesia Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen

photo author
- Rabu, 11 Februari 2026 | 19:43 WIB
Wadirut MIND ID mengatakan Indonesia harus keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan mengejar pertumbuhan ekonomi 8% (Promedia Teknologi Indonesia)
Wadirut MIND ID mengatakan Indonesia harus keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan mengejar pertumbuhan ekonomi 8% (Promedia Teknologi Indonesia)

"Angka penerimaan negara yang rendah menunjukkan bahwa kita masih menjual bahan mentah. Nilai tambah terbesar justru dinikmati di luar negeri," ujar Dany.

Dany menjelaskan, selain cadangan mineral strategis, Indonesia juga memiliki peluang besar dari secondary resources dan limbah industri tambang.

“Bukan hanya tambang potensi juga ada di industri lain seperti perikanan dan lain-lain, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Di sisi lain, monetisasi sumber daya sekunder ini dinilai dapat memperpanjang umur ekonomi sumber daya alam sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Penguatan Riset Jadi Kunci

Dany menambahkan, seluruh potensi tersebut harus diorkestrasi melalui kebijakan pemerintah yang berpihak pada peningkatan kapabilitas industri nasional. Hal itu mencakup penguasaan teknologi, penguatan riset dan pengembangan (R&D), serta penciptaan iklim regulasi yang mendukung industri dalam negeri. 

Baca Juga: Kabar Baik! Tarif Kereta Diskon 30 Persen saat Lebaran, Pesawat Diskon 18 Persen

“Saat ini, anggaran riset Indonesia yang masih sekitar 0,3% dari PDB dinilai belum memadai untuk mendorong Indonesia bertransformasi dari sekadar pengadopsi teknologi menjadi pencipta inovasi,” sebutnya.

Kerangka strategi dirangkum Dany dalam konsep DAI, yakni Distinctive, Adaptive, dan Inclusive.

Distinctive yaitu mendorong strategi industrialisasi berbasis keunggulan nasional, mulai dari bioenergi hingga ekonomi halal, serta mendorong diferensiasi pasar domestik.

Kemudian, Adaptive yaitu merespons dinamika global seperti CBAM, geopolitik multipolar, integrasi AI dalam industri, serta transisi energi hijau.

Adapun, Inclusive yaitu membangun ekosistem industri yang melibatkan UMKM, startup teknologi, BUMN, dan perguruan tinggi dalam satu rantai nilai yang koheren.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X