"Momentum ini juga dimaknai sebagai bentuk introspeksi diri dan pembersihan batin menjelang datangnya bulan suci Ramadan,"kata Shollahuddin.
Menurut Shollahuddin, tradisi ruwah desa memiliki keterkaitan erat dengan nilai spiritual masyarakat Jawa yang mengedepankan doa dan kebersamaan dalam menyongsong bulan penuh berkah.
"Selain pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh kebersamaan,"imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ruwah desa turut dihadiri jajaran Forkopimcam Mojoagung, meliputi Camat, Danramil, dan Kapolsek.
"Kehadiran unsur Muspika tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal yang sarat nilai kebersamaan dan persatuan,"ucap Shollahuddin.
Selain itu, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga Desa Karobelah juga hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan.
Suasana kebersamaan tampak begitu terasa, mencerminkan kuatnya ikatan sosial masyarakat desa.
Shollahuddin menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan ruwah desa tidak lepas dari sinergi antara dukungan anggaran pemerintah desa dan swadaya murni masyarakat.
Tradisi ini telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran desa sebagai bagian dari pelestarian adat dan budaya lokal.
"Wajib hukumnya bagi kami untuk melaksanakan ini karena didukung penuh oleh semangat swadaya warga Karobelah. Tanpa partisipasi masyarakat, acara ini tidak akan berjalan dengan baik,"tegasnya.
Ia menilai, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan masih terjaga kuat di tengah perkembangan zaman.
Ke depan, Pemerintah Desa Karobelah berharap tradisi ruwah desa dan Haul Mbah Lanang Sejati dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sarana memperkuat kerukunan dan persatuan warga.
"Semoga melalui kegiatan ini, Desa Karobelah senantiasa diberikan kemaslahatan, dijauhkan dari marabahaya, serta semakin maju dan harmonis dalam kebersamaan,"pungkas Shollahuddin.***
Artikel Terkait
Dikira Tak Ada di Rumah, Ibu di Mancilan Mojoagung Jombang Ditemukan Tewas Membusuk di Dapur
Diduga Meninggal Empat Hari, Begini Kronologi Penemuan Lansia di Mojoagung Jombang
8 Hari Buron, Pelaku Pembunuhan Penjual Kopi di Mojoagung Jombang Ditangkap Polisi di Lampung
Bapenda Jombang Sosialisasikan Opsen PKB dan BBNKB kepada Warga Mojoagung
Konvoi Bersenjata di Mojoagung Digagalkan Polisi, AKP Dimas: 4 Pemuda Diamankan dengan Bondet dan Celurit