Bupati Warsubi Santuni 40 Anak Yatim Bersama PSS Jombang, Imbau Jaga Ketertiban

photo author
- Minggu, 8 Maret 2026 | 17:44 WIB
Bupati Jombang Warsubi saat membagikan takjil kepada pengendara (Rudiyanto)
Bupati Jombang Warsubi saat membagikan takjil kepada pengendara (Rudiyanto)

Di akhir sambutannya, Warsubi mendoakan agar Paguyuban Sound System Jombang terus berkembang dan mampu memberikan hiburan yang positif bagi masyarakat.

"Kami berharap Paguyuban Sound System Jombang semakin sukses dan selalu diberikan keberkahan dalam menjalankan usaha,"pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sound System Jombang, Koiman, menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim dan berbagi takjil merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan sejak 2021.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya dilakukan secara estafet dari rumah ke rumah anggota di berbagai kecamatan, tahun ini kegiatan dipusatkan di satu lokasi.

"Biasanya kegiatan dilakukan secara bergilir dari rumah anggota di tiap kecamatan. Tahun ini kami pusatkan di satu tempat agar bisa lebih mempererat silaturahmi, sekaligus dapat bertemu langsung dengan pimpinan daerah,"terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Jombang secara simbolis menyerahkan santunan kepada sekitar 40 anak yatim dan piatu yang hadir.

Koiman juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jombang atas dukungan terhadap keberadaan komunitas sound system melalui regulasi yang memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha hiburan rakyat. 

Baca Juga: Kronologi KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Jombang atas terbitnya Perda maupun Perbup yang memberikan kepastian hukum bagi operasional sound system di Jombang,"katanya.

Pada kesempatan itu, Koiman juga menyampaikan klarifikasi terkait insiden keramaian sound system yang sempat terjadi di wilayah Ploso beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan dilakukan oleh anggota resmi paguyuban.

"Kegiatan tersebut dilakukan secara spontan oleh pihak yang belum tergabung dalam paguyuban, sehingga tidak terpantau oleh kami dan sempat mendapatkan sorotan dari Ketua MPR RI,"ungkapnya.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Jombang dan masyarakat atas peristiwa tersebut, yang dinilai dapat mencoreng nama baik Kabupaten Jombang.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian takjil gratis kepada para pengguna jalan dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X