Polisi Telusuri 86 Rekaman CCTV, Dua Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Teridentifikasi

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42 WIB
Polda Metro Jaya menelusuri 86 rekaman CCTV untuk mengungkap kasus penyiraman air keras aktivis KontraS dan mengidentifikasi dua pelaku (Humas Polda Metro Jaya)
Polda Metro Jaya menelusuri 86 rekaman CCTV untuk mengungkap kasus penyiraman air keras aktivis KontraS dan mengidentifikasi dua pelaku (Humas Polda Metro Jaya)

 

JAKARTA, MOCOSIK.COM – Penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menelusuri sedikitnya 86 titik kamera pengawas (CCTV) untuk melacak pergerakan para pelaku.

Puluhan rekaman tersebut dianalisis secara bertahap, mulai dari lokasi awal keberangkatan terduga pelaku, titik kejadian penyiraman, hingga jalur yang diduga digunakan untuk melarikan diri setelah aksi dilakukan.

Langkah ini merupakan bagian dari penerapan metode Scientific Crime Investigation, sebuah pendekatan penyelidikan berbasis bukti ilmiah dan teknologi yang menjadi perhatian pimpinan Polri, yakni Listyo Sigit Prabowo. 

Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Presiden Peru Dina Boluarte di Istana Merdeka Jakarta

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa dari hasil analisis rekaman CCTV tersebut, penyidik memperoleh petunjuk penting yang mengarah pada identitas pelaku.

Salah satu kamera pengawas bahkan sempat merekam wajah pelaku secara jelas sebelum mengenakan helm sesaat sebelum peristiwa penyiraman terjadi.

Rekaman itu kemudian dipadukan dengan analisis gerak, ciri fisik, serta pakaian yang digunakan oleh pelaku.

"Kami memeriksa total 86 titik CCTV untuk mendapatkan gambaran pergerakan pelaku secara utuh. Dari situ terlihat kesesuaian antara ciri fisik dan atribut yang digunakan,"ungkap Dirreskrimum Polda Metro Jaya di Gedung Promoter, Rabu (18/3/2026).

Ia menambahkan, bahwa proses identifikasi juga diperkuat dengan keterangan dari 15 orang saksi serta pencocokan data melalui basis data kepolisian.

"Dari hasil analisis tersebut, kami berhasil mengidentifikasi dua orang yang diduga sebagai pelaku utama,"ujarnya.

Meski identitas terduga pelaku telah diketahui, polisi memastikan proses penyelidikan belum berhenti. Penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang mungkin berperan dalam perencanaan maupun pelaksanaan aksi tersebut.

Pengungkapan identitas pelaku melalui analisis puluhan rekaman CCTV ini menjadi bukti keseriusan aparat kepolisian dalam memanfaatkan teknologi modern untuk mengungkap kejahatan secara transparan dan akuntabel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X