Beruntung, aksi cepat warga di lokasi berhasil menarik tubuh Yasmani sebelum hanyut lebih jauh.
Merespons situasi darurat ini, BPBD Kabupaten Blitar bersama unsur TNI, Polri, PMI, serta relawan dari ORARI dan RAPI langsung menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi kejadian.
"Kami telah mengerahkan personel dan berkoordinasi dengan seluruh unsur gabungan. Fokus pencarian diperluas di sepanjang aliran titik awal Jegu hingga menyisir hilir Sungai Brantas,"ungkap Wahyudi.
Tragedi ini kembali memicu sorotan tajam publik terkait efektivitas pengawasan lapangan serta sistem peringatan dini (early warning system) dari pihak otoritas bendungan saat proses flushing berkala dilakukan.
Petugas kini mengimbau keras agar tidak ada lagi masyarakat yang nekat mendekati aliran sungai hingga proses penggelontoran lumpur bendungan dinyatakan selesai sepenuhnya.***
Artikel Terkait
Ungkap Kasus Mutilasi Wanita Asal Blitar dalam Koper Merah, Tersangka Berhasil Ditangkap Polda Jatim
Sepanjang Bulan Ramadhan Polres Blitar Sita dan Musnahkan Ribuan Botol Miras
Lima Anggota Perguruan Silat Diamankan Polisi, Polres Blitar Tegaskan Tak Toleransi Gangguan Kamtibmas
Jelang Tradisi Suro, Polres Blitar Tindak Tegas Anggota Perguruan Silat
Pria 30 Tahun di Blitar Ditemukan Tewas di Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya
Dapat Becak Listrik dari Prabowo, Tukang Becak Lansia di Blitar Tak Lagi Nyeri Pinggang