Dinsos Jombang Gelar Bimtek Kewirausahaan untuk 100 Penerima KIP Putri Jawara di Plandaan

photo author
- Kamis, 11 Juni 2026 | 12:17 WIB
Dinsos Jombang latih 100 perempuan penerima KIP Putri Jawara 2026 di Desa Darurejo, Plandaan (Rudiyanto)
Dinsos Jombang latih 100 perempuan penerima KIP Putri Jawara 2026 di Desa Darurejo, Plandaan (Rudiyanto)

"Saya berharap, kegiatan ini mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang mandiri dan produktif. Dengan demikian, penerima manfaat KIP Putri Jawara tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar," kata Agung.

Ia menambahkan, bimbingan teknis manajerial usaha diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penerima bantuan kewirausahaan dalam mengelola usaha secara profesional, efektif, dan berkelanjutan sehingga mampu mengembangkan usaha serta meningkatkan kemandirian ekonomi.

"Semoga dengan kegiatan Bimbingan Teknis Kewirausahaan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi peserta pada khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya, sehingga dapat menjadi seorang wirausaha dengan kemampuan manajerial yang mumpuni serta menjadi entrepreneur yang penuh inovasi," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan dari Wiwik Subandiyah yang merupakan Ketua Yayasan Tjatur Guna, Mentor Women Earth Alliance Indonesia periode 2019–2024, serta Juara III Pendamping Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Wiwik memberikan materi mendalam mengenai pembentukan mentalitas usaha, pengelolaan literasi finansial, serta manajemen risiko bagi para pelaku usaha pemula. Menurutnya, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh kemampuan mengelola keuangan, mengambil keputusan, dan membangun pola pikir kewirausahaan yang kuat. 

Baca Juga: 29 Ribu Peserta BPJS PBI di Jombang Dinonaktifkan, Dinsos Gelar Rakor Bahas Mekanisme Reaktivasi

"Perempuan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan aset ekonomi utama dalam sebuah keluarga. Ketika seorang perempuan diberikan ruang, pengetahuan manajerial, dan akses literasi yang tepat, mereka mampu mentransformasi pendapatan keluarga secara signifikan dan melahirkan nilai bisnis yang nyata di lingkungannya," ungkap Wiwik Subandiyah di sela pemaparannya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas perempuan melalui pendidikan kewirausahaan dan literasi keuangan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

Menurut Wiwik, penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan dan pendampingan usaha juga menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis keluarga dan komunitas.

"Program Bimtek kewirausahaan dan manajerial ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor usaha mikro dan kecil," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: Rudiyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:00 WIB
X