Gus Wabup Salmanudin mengaku telah mengenal Gambus Misri sejak berusia 12 tahun. Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu tantangan utama agar kesenian tersebut tetap bertahan dan tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
"Kesenian Gambus Misri memiliki karakter yang sangat khas. Namun, tantangan kita saat ini adalah masih banyaknya generasi muda yang belum mengenalnya secara utuh,"ungkap Salmanudin saat membacakan amanat Bupati Jombang.
Ia menegaskan Pemkab Jombang berkomitmen memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk terus mengembangkan kesenian tradisional, termasuk Gambus Misri.
"Pemkab Jombang berkomitmen tinggi untuk terus mendampingi dan menyediakan ruang ekspresi, baik di Gedung Kesenian, Pendopo Kabupaten, maupun fasilitas pemerintah daerah lainnya, agar regenerasi ini terus berjalan,"tegasnya.
Festival tersebut turut dihadiri Kepala Bakesbangpol Jombang Budi Winarno, Kepala Disdikbud Jombang Dra. Wor Windari, Kepala Disporapar Jombang Nur Evva Maylia, Forkopimcam Sumobito, budayawan senior Jombang Nasrul Ilahi, Mbah Saiman, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Berbagai kegiatan digelar selama dua hari. Pada hari pertama, Minggu (9/8/2026), rangkaian acara diawali senam sehat bersama warga, lomba mewarnai yang diikuti 120 anak, pertunjukan seni antarsekolah, serta penampilan Spectra Band.
Spectra Band turut membawakan lagu ikonik Gambus Misri, di antaranya“Selamat Datang”dan“Berdoa”, dengan sentuhan aransemen musik modern.
Sementara pada malam puncak, Senin (10/8/2026), festival menghadirkan kolaborasi antara para maestro Gambus Misri dengan generasi penerus dari kalangan Gen Z dan Gen Alfa.
Pementasan dibuka Teater Dermaga dari SMK Unggulan NU Mojoagung. Para pelajar tersebut sebelumnya mengikuti Kemah Gambus Misri atau Gambus Misri Camp 2026 yang digelar pada awal Juli bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur.
Baca Juga: Nahas! Pemotor Tewas Terlindas Truk Usai Tabrak Kendaraan Roda Tiga di Mojoagung Jombang
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar mendapatkan pembelajaran mengenai teknik vokal, drama rakyat, serta musik gambus secara langsung dari para maestro Gambus Misri.
Pengetahuan tersebut kemudian dikembangkan dan dikenalkan kembali kepada rekan-rekan mereka di lingkungan sekolah.
Penampilan para maestro Gambus Misri Bintang 9 juga menjadi bagian penting dalam malam puncak. Suasana semakin istimewa dengan hadirnya Aan Rosyadi dari Mawar Bersemi, pembawa acara legendaris Gambus Misri pada era 1980-an.
Festival Gambus Misri 2026 menjadi ruang pertemuan antara generasi sepuh dan generasi muda.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan Gambus Misri sekaligus memperkuat posisi kesenian tersebut sebagai salah satu warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Jombang.
Artikel Terkait
Mahasiswa Universitas PGRI Jombang Dampingi Anak Panti Tingkatkan Literasi Melalui Program LASKARA
Tabrakan Dua Motor di Sumobito Jombang, Satu Korban Patah Tulang Dirawat di RSUD
Waspada PMK! Disnak Jombang Perketat Pengawasan Ternak di Musim Kemarau
Bapenda Jombang Terapkan Reward dan Punishment, Tiga Pegawai Raih Penghargaan Disiplin Terbaik
PBB-P2 Jombang Tembus 90 Persen, Bapenda Minta Camat Percepat Pelunasan Sebelum 31 Juli