MOCOSIK.COM - Indonesia merdeka, namun masih ada beberapa wilayah yang dikuasai oleh Belanda, salah satunya Papua. Namun, para pahlawan nasional Papua membela mati-matian untuk memastikan bahwa Papua tetap menjadi bagian dari Republik Indonesia.
Papua, dahulu dikenal sebagai Irian Jaya, merupakan bagian timur Indonesia yang masih diklaim oleh Belanda setelah Indonesia merdeka. Hal ini berkaitan dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB), yang menyatakan bahwa kasus Papua akan dibicarakan oleh RI dan Belanda satu tahun kemudian.
Namun, kenyataannya hal tersebut tidak terjadi dan Indonesia harus menempuh jalan militer untuk memastikan Papua menjadi bagian dari Republik Indonesia.
Baca Juga: Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1444 Hijriah 22 Maret 2023.
Berikut ini adalah tiga tokoh yang menjadi pahlawan nasional Papua dalam memerangi kolonialisme Belanda:
1. Frans Kaisiepo (1921-1979)
Frans Kaisiepo adalah seorang tokoh yang tergabung dalam Partai Indonesia Merdeka pada 10 Mei 1946 dan berperan dalam mempopulerkan lagu Indonesia Raya di Papua. Pada tahun 1948, ia berperan dalam pemberontakan masyarakat Biak terhadap kolonialisme Belanda.
Tahun 1961, Kaisiepo mendirikan Partai politik Irian (ISI) yang bertujuan untuk menyatukan Irian dengan negara Republik Indonesia. Ia juga berperan dalam membantu tentara Trikora dalam penyerbuan perebutan irian dari tangan Belanda.
2. Silas Papare (1918-1978)
Silas Papare adalah pelopor dari Komite Indonesia Merdeka (KIM) yang terbentuk setelah proklamasi kemerdekaan. Tujuan KIM adalah untuk menggalang kekuatan dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pada Desember 1945, Silas Papare dan Marten Indey ditangkap dan dipenjara dengan tuduhan mempengaruhi masyarakat untuk memberontak terhadap Belanda. Setelah keluar dari penjara, Silas Papare membuat partai bernama Partai Kemerdekaan Irian. Beberapa waktu kemudian, Belanda menangkap Silas Papare lagi dengan alasan merencanakan aksi pemberontakan.
Setelah keluar dari penjara untuk kedua kalinya, ia pergi ke Yogyakarta membentuk Badan Perjuangan Irian yang bertujuan untuk menyatukan Irian atau Papua ke dalam bagian Republik Indonesia.
Artikel Terkait
Komisi VI Akan Panggil Direktur Utama Pertamina Bahas Kebakaran Depo Pertamina Plumpang
Korlantas Polri Terbitkan Buku Panduan Soal Ujian SIM Permudah Mengurus Pembuatan SIM
Ahmad Sahroni Kecam Dugaan Praktik Jual Beli Penerimaan Masuk Bintara
Peningkatan Kualitas SDM Pesantren, Pemerintah Alokasikan Anggaran Rp250 Miliar
Gubernur Khofifah Bersama Bupati Jombang Hadiri Nisfu Sa'ban di Ponpes Rejoso Peterongan