MOCOSIK.COM - Rangkaian serangan KKB di Papua telah menimbulkan banyak korban, termasuk prajurit TNI dan warga sipil.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menegaskan, bahwa hal ini menunjukkan bahwa pemerintah selama ini tidak memiliki desain penyelesaian masalah Papua secara menyeluruh.
Bagaimana kita dapat mengatasi rangkaian kekerasan KKB di Papua dan memberikan solusi yang tepat,"kata Sukamta.
Baca Juga: Oknum PNS di Jombang Diduga Terlibat Penipuan Jual Beli Mobil Senilai Rp 83 Juta
Baru-baru ini, KKB kembali menyerang prajurit TNI dari Satgas Yonif R 321/GT yang bertugas di wilayah Mugi-Mam, Kabupaten Nduga, Sabtu (15/4). Sebagai respons atas serangan ini, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah menaikkan status operasi menjadi Siaga Tempur di wilayah Rawan di Papua.
Namun, Sukamta menekankan bahwa Pemerintah tidak boleh hanya setengah hati dalam menyelesaikan rangkaian kekerasan KKB.
"Jika pendekatannya masih setengah hati, maka para prajurit TNI dan warga sipil akan menjadi korban,"tegasnya.
Menurut Sukamta, pemerintah harus memiliki desain penyelesaian masalah Papua yang komprehensif. Hal ini harus dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari intelijen dan masukan dari tokoh masyarakat lokal.
"Dengan cara ini, pemerintah dapat menentukan pendekatan apa yang paling tuntas untuk memutus rangkaian kekerasan yang dilakukan oleh KKB,"ungkap Sukamta.
"Selain itu, pemerintah harus mengetahui siapa aktornya, bagaimana jaringannya, dan dimana wilayah kerjanya. Jika ini masuk dalam kategori separatisme, maka harus jelas siapa yang punya tanggung jawab mengatasi hal ini,"imbuhnya.
Anggota DPR asal Dapil Yogyakarta ini juga menyoroti anggaran untuk TNI melaksanakan operasi di Papua yang sangat terbatas dengan peralatan seadanya.
"Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan tambahan anggaran, personil, dan peralatan tempur, serta melakukan pengkondisian wilayah. Hal ini akan membantu TNI dalam melaksanakan operasi militer selain perang secara efektif dan efisien,"pungkas Anggota Komisi I DPR RI Sukamta.***
Artikel Terkait
Operasi Pekat Semeru 2023, Polres Jombang Berhasil Ungkap 64 Kasus
Kodim 0814 dan Forum Komunikasi Masyarakat Jombang Bagikan 400 Paket Sembako Pada Yatim Duafa
Kemenag Umumkan 72.948 Calon PPPK Ikuti Seleksi Kompetensi Teknis (SKT) Tambahan
Agus Susilo Sugioto: Sapi Terjangkit LSD Aman Dikonsumsi Meskipun Dipotong Paksa
Perhutani KPH Jombang dan Pemkab Jombang Berikan Bantuan Rp 60 Juta untuk LMDH di Jombang