Surabaya Menjadi Kota Pintar yang Tidak Terdaftar dalam Indeks Smart City Versi IMD

photo author
- Minggu, 28 Mei 2023 | 20:15 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, bahwa tidak mempermasalahkan fakta bahwa Surabaya tidak terdaftar dalam daftar Smart City versi IMD World Competitiveness Center (seputarindonesia.net)
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, bahwa tidak mempermasalahkan fakta bahwa Surabaya tidak terdaftar dalam daftar Smart City versi IMD World Competitiveness Center (seputarindonesia.net)

MOCOSIK.COM - Kota Surabaya, sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, tidak masuk dalam daftar Smart City Index (SCI) 2023 versi IMD World Competitiveness Center.

Meskipun demikian, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, tidak mempermasalahkannya karena menilai hal ini tergantung pada penilaian yang dilakukan.

Smart City Observatory oleh IMD World Competitiveness merilis daftar Smart City Index (SCI) 2023, yang mencakup 141 kota di seluruh dunia. Dalam daftar ini, terdapat tiga kota di Indonesia yang masuk. Namun, Kota Surabaya tidak termasuk di dalamnya.

Baca Juga: BNN Ringkus Truck Kontainer Bermuatan Sabu Sabu di Jatikalen, Nganjuk

Menanggapi hal ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, bahwa tidak mempermasalahkan fakta bahwa Surabaya tidak terdaftar dalam daftar Smart City versi IMD World Competitiveness Center.

Eri Cahyadi juga menyatakan, bahwa hingga saat ini tidak ada tim penilai yang turun langsung ke Kota Surabaya untuk mengevaluasinya.

"Sebenarnya, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, Surabaya, Bandung, dan Jakarta termasuk dalam daftar kota pintar. Namun, dalam versi IMD, yang masuk adalah Jakarta, Medan, dan Makassar. Kami juga tidak tahu kriteria penilaiannya, dan tidak pernah ada penilaian langsung di sini."katanya.

Oleh karena itu, Eri Cahyadi tidak mempermasalahkan ketidakmasukan Surabaya dalam daftar Smart City versi IMD. Baginya, tujuan utama sebagai wali kota adalah memberikan kebahagiaan bagi warga Surabaya melalui digitalisasi.

"Tujuan hidup saya sebagai wali kota adalah memberikan kebahagiaan bagi warga Kota Surabaya melalui digitalisasi. Kami ingin memotong rantai dan mempercepat pelayanan publik. Itulah yang menjadi tujuan kami,"tegas Wali Kota Surabaya.

Dengan demikian, Eri Cahyadi kembali menekankan, bahwa menjadi kota pintar bukanlah tujuan utama Pemerintah Kota Surabaya. Baginya, masuk atau tidaknya Surabaya dalam daftar kota pintar juga tergantung pada penilaian yang dilakukan oleh tim penilai.

"Jika suatu saat Surabaya dianggap sebagai kota pintar, maka begitulah adanya. Semuanya tergantung pada penilaian yang dilakukan, apakah penilaiannya dilakukan di Surabaya atau di Makassar. Bagi kami, tidak masalah Surabaya dan Bandung tidak terdaftar. Tapi apakah kita harus mempertanyakan mengapa tidak masuk? Tidak. Biarkan semuanya berjalan dengan sendirinya,"jelasnya.

Wali Kota Surabaya juga mengambil contoh dari daftar penghargaan penanganan stunting terbaik di Indonesia. Pada saat itu, Surabaya tidak masuk dalam daftar kota terbaik dalam penanganan stunting.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Pimpin Doa Bersama untuk Mengenang Almarhum Whisnu Sakti Buana

Namun demikian, Eri Cahyadi menyampaikan bahwa setelah diketahui bahwa angka stunting di Surabaya merupakan yang terendah di Indonesia, banyak pihak yang kaget dan datang ke Kota Pahlawan untuk belajar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Samsudin Yahya

Sumber: seputarindoneaia.net

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X