Oleh karena itu, Amien Suyitno mengajak stakeholders Kementerian Agama (Kemenag) untuk memanfaatkan Pelatihan Online ini. Sebab, Diklat Pintar ini mudah diakses, sehingga bisa diikuti oleh siapa saja dan dari mana saja.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pelatihan ini sesuai dengan arahan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, transformasi digital.
“Pelatihan Online ini sangat adaptif dengan teknologi, mudah, efisien, dan bermanfaat, sesuai arahan bapak Menteri Agama dalam memanfaatkan teknologi,"harapnya.
Sementara itu, Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki menambahkan, jika lima pelatihan baru ini tidak dilaksanakan sendirian oleh Pusdiklat Teknis. Pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan pelatihan.
"Pelatihan Online pada periode ini sangat istimewa karena dilaksanakan dengan banyak pihak, yaitu Inovasi, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarmasin, BDK Palembang, dan BDK Bandung,"pungkasnya.***
Artikel Terkait
Kemenag Dorong Penguatan Sinergi Jaminan Produk Halal Indonesia Malaysia Thailand
Kemenag Gelar Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) ke 7 dengan Total Hadiah Rp2,7 Miliar
Cegah Perkawinan Anak, Kemenag Jalin Kerjasama dengan Stakeholder
Wamenag Minta ASN Kemenag Tak Terlibat Tahun Politik Praktis
Kemenag dan Kemenparekraf RI Jalin Sinergi untuk Kembangkan Wisata Religi di Candi Borobudur