"Jadi seluruh Jembatan yang lama kami bongkar dan direhab dengan konstruksi baru,"ungkap Agung Setiadji menambahi keterangan Bayu Pancoroadi.
Bayu Pancoroadi menjelaskan, selain dibangun dengan konstruksi baru, sejumlah permukaan jembatan tak luput dari upaya pelebaran. Sebab, seluruh Jembatan yang di Rehabilitasi memiliki lebar yang tidak sama dengan jalan.
"Salah satu contohnya, adalah Jembatan yang ada diruas Bareng-Wonosalam, ya kita lebarkan. Jika awalnya memiliki lebar 3,5 meter, maka kita lebarkan sekarang menjadi 6 meter,"jelas Alumnus S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang jurusan Teknik Pengarian.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Masyarakan, Dinas PUPR Jombang Luncurkan Aplikasi Berbasis Web IDJO
Oleh karena itu, Bayu Pancoroadi mengatakan, bahwa perbaikan dengan kondisi nyaris serupa, juga dilakukan pada jembatan di ruas Desa Pojok klitih-Tondowesi, Kecamatan Plandaan. Sebab, usai mengalami kerusakan berat akibat bencana alam banjir bandang dan kini sudah mulai dilakukan perbaikan oleh Dinas PUPR Jombang.
"Pada akhir tahun 2022 lalu, kondisi Jembatan di Desa Pojok Kliitih terputus atau, dengan kata lain posisi Jembatan sudah patah. Insha Allah penghujung Desember ini, sudah selesai proyeknya dan itu sesuai dengan target kami di Bidang Bina Marga menyelesaikan enam Jembatan,"imbuhnya.
Lebih lanjut, Bayu Pancoroadi mengungkapkan, bahwa ruas di Desa Pojok Klitih- Tondowesi, tahun 2023 ini secara teknis menjalani penanganan yang berbeda dengan Jembatan lainnya.
"Sebab, jembatan tersebut tak lagi menggunakan konstruksi beton. Namun Jembatan komposit, yakni ada perpaduan konstruksi menggunakan baja dan beton,"ujarnya.
Alumnus pasca sarjana ITN Malang Manajemen Konstruksi ini menegaskan, selama ini Dinas PUPR Jombang selalu berupaya dan berkomitmen dalam melaksanakan monitoring (pengawasan) pekerjaan proyek di lapangan. Sehingga, pihaknya optimistis seluruh pekerjaan proyek Rehabilitasi Jembatan tersebut bisa tuntas on schedule atau tepat waktu.
"Saran dan kritik membangun, akan selalu kami terima. Termasuk mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga sekitar proyek, apabila sementara waktu aktifitasnya terganggu akibat adanya pembongkaran dan Rehabilitasi total Jembatan. Tapi, nanti setelah proyek selesai, arus lalu-lintas dan aktifitas perekonomian warga akan kembali normal dan pasti lebih lancar, karena Jembatan lebih lebar dan tidak ada kerusakan lagi,"pungkas pria kelahiran Desa Denanyar Jombang Kota tanggal 9 Desember 1974 lalu.***