"Kami juga melaporkan proyek ini mempunyai nilai strategis karena yang punya adalah anak kandung dari pada Republik Indonesia, pekerjanya juga semua anak-anak negara Republik Indonesia, termasuk kapal FPSO-nya pertama juga adalah buatan 100% TKDN Indonesia. Jadi semuanya adalah anak-anak dari Republik,"kata Bahlil.***