Bupati Jombang menyebut, hasil Job fit akan menentukan apakah pejabat tetap di Eselon II atau diturunkan jabatannya.
"Kami akan menyikapi ini dengan bijak, tetap berpegang pada etika dan norma,"tambahnya.
Untuk menjamin kredibilitas, tim penguji terdiri dari lima pihak independen, yakni Sekdakab Jombang, perwakilan BKD Jawa Timur, dua akademisi Universitas Brawijaya (UB), serta satu akademisi Universitas Airlangga (Unair).
Warsubi berharap rotasi dan evaluasi ini mampu meningkatkan kapasitas organisasi, sehingga pelayanan publik semakin baik. Ia juga menegaskan sikap keras terhadap praktik curang dalam birokrasi.
"Saya pastikan tidak ada ruang untuk praktik jual beli jabatan di Jombang. Jika ada indikasi, silakan laporkan langsung kepada saya,"tegasnya.***