nasional

Perkuat Ekosistem Agribisnis, Dinas Pertanian Jombang Gelar Temu Bisnis dan Pelatihan Kelembagaan 2025

Kamis, 11 Desember 2025 | 16:43 WIB
Temu Bisnis, Kemitraan Usaha, dan Pelatihan Kelembagaan Pertanian Perkebunan Tahun 2025 (Rudiyanto)

 

 

JOMBANG, MOCOSIK.COM - Pemerintah Kabupaten Jombang resmi membuka kegiatan Temu Bisnis, Kemitraan Usaha, dan Pelatihan Kelembagaan Pertanian Perkebunan Tahun 2025, di pendopo Kabupaten Jombang pada Kamis, (11/12/2025).

Kegiatan ini merupakan sebuah forum strategis yang mempertemukan petani, pelaku industri, akademisi, lembaga keuangan, serta pemerintah dalam ekosistem agribisnis terpadu.

Selain itu, juga untuk memperkuat kemitraan rantai pasok dan mendorong modernisasi sektor pertanian, serta perkebunan sebagai penyangga utama ekonomi daerah.

Bupati Jombang, Warsubi yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sri Surjati, S.Si., M.Si dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Jombang merupakan wilayah agraris, di mana sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.

Baca Juga: Dinas Pertanian Jombang Cetak Tenaga Muda Kompeten Lewat Pelatihan Brigade Pangan

"Penguatan subsektor ini menjadi prioritas pembangunan. Temu bisnis dan kemitraan tahun ini, diharapkan menjadi ruang konsolidasi antar pemangku kepentingan guna membangun ekosistem usaha tani yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan,"terangnya.

Sri Surjati mengatakan, salah satu komoditas yang mendapat perhatian utama dalam forum ini adalah tembakau. Data tahun 2025, menunjukkan luas tanam tembakau di Kabupaten Jombang mencapai 5.853,8 hektare dengan potensi produksi daun basah sebesar 58.531,3 ton.

"Komoditas ini menjadi sumber pendapatan penting terutama di wilayah utara Brantas, seperti Kecamatan Ploso, Kudu, Plandaan, Ngusikan, dan Kabuh,"katanya.

Menurutnya, produksi tembakau tidak hanya menjadi penghidupan ribuan petani, tetapi juga berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai.

"Pemerintah Kabupaten Jombang terus meningkatkan dukungan, baik melalui APBD maupun melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT),"ungkap Sri Surjati.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana dan prasarana, seperti motor angkut, pompa air, traktor, pupuk, pembangunan jalan usaha tani, hingga pelatihan peningkatan kapasitas SDM.

"Selain itu, pemerintah juga mendorong demplot perbenihan dan membangun kemitraan dengan industri rokok di Lamongan, Bojonegoro bahkan Kudus,"pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini