nasional

Perkuat Ekosistem Agribisnis, Dinas Pertanian Jombang Gelar Temu Bisnis dan Pelatihan Kelembagaan 2025

Kamis, 11 Desember 2025 | 16:43 WIB
Temu Bisnis, Kemitraan Usaha, dan Pelatihan Kelembagaan Pertanian Perkebunan Tahun 2025 (Rudiyanto)

Kegiatan temu bisnis ini juga selaras dengan delapan program prioritas pembangunan Kabupaten Jombang, antara lain:
Jombang Makaryo, Jombang Unggul, Jombang Mantul, Jombang Mentas, Jombang Sembodo, Jombang Harmoni, dan Jombang Amanah.

Sedangkan pada sektor pertanian, perhatian diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, inovasi budidaya, dan pembenahan kelembagaan tani agar lebih efisien dan memiliki daya saing.

Kepala Dinas Pertanian Jombang, Ir. Much. Rony, MM menjelaskan, subsektor perkebunan pada 2025 menghadapi tantangan fluktuasi harga, perubahan iklim, tuntutan mutu industri, hingga efisiensi usaha.

"Namun di balik itu, terdapat peluang besar bertumbuhnya permintaan komoditas unggulan seperti tembakau, kopi, tebu, kelapa, serta tanaman atsiri,"ucapnya.

Ia mengatakan, selain tembakau forum ini juga menyoroti keberhasilan komoditas unggulan Kabupaten Jombang lainnya.

"Kopi Excelsa Jombang, satu-satunya kopi yang memiliki sertifikat Indikasi Geografis, kini telah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, hingga Jerman,"ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Rony, komoditas tebu terus menunjukkan perkembangan signifikan. Luas areal tanam tebu meningkat menjadi 10.787 hektare, naik dari 10.102 hektare pada 2023.

"Total produksi mencapai 787.246 ton, sementara rendemen rata-rata meningkat menjadi 7,11%, naik dari 6,5% pada tahun sebelumnya. Peningkatan rendemen ini menunjukkan kualitas tebu petani semakin baik dan mendukung target swasembada gula nasional,"tambahnya.

Baca Juga: Dinas Pertanian Jombang Kolaborasi Bersama Afco Group, Tekan Biaya Produksi dengan Mikroba Cair Organik

Kadis Pertanian menyebut, bahwa pada sektor pangan, Jombang juga berhasil mempertahankan posisi sebagai daerah penyangga swasembada nasional dengan luas tanam padi mencapai 81.251 hektare dan produksi sebesar 522.037,67 ton.

"Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen untuk memperkuat kelembagaan petani agar lebih profesional dan mampu berperan sebagai pelaku bisnis. Kelompok tani, gapoktan, dan koperasi agar dapat memiliki kemampuan manajemen usaha, pencatatan keuangan, pengelolaan risiko, hingga akses pasar,"ungkapnya.

Selain itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu fokus penting, mulai dari penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), digitalisasi pencatatan usaha tani, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), hingga kolaborasi riset dengan perguruan tinggi dan lembaga inovasi.

"Kami berharap, dunia usaha semakin memperkuat kemitraan yang transparan dan berkeadilan dengan petani. Mekanisme serapan hasil yang jelas, pembinaan mutu, dan transfer pengetahuan diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus daya saing produk pertanian Jombang di pasar nasional maupun global,"harap Rony.

Pada akhir sambutan, Pemerintah Kabupaten Jombang secara resmi membuka kegiatan ini dengan mengucapkan, Bismillahirrahmanirrahim.

"Kegiatan Temu Bisnis, Kemitraan Usaha, dan Pelatihan Kelembagaan Pertanian Perkebunan Tahun 2025 diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor, membangun model bisnis pertanian yang tangguh, serta menyiapkan generasi muda sebagai pelaku agribisnis masa depan,"pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini