nasional

Densus 88 Ungkap Puluhan Komunitas Digital Ekstrem, Anak-anak Jadi Sasaran Paparan Kekerasan

Rabu, 7 Januari 2026 | 20:43 WIB
Densus 88 mengungkap temuan serius terkait paparan konten kekerasan dan ideologi ekstrem di ruang digital yang menyasar anak-anak dan remaja (Divisi Humas Polri)

 


JAKARTA, MOCOSIK.COM - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap temuan serius terkait paparan konten kekerasan dan ideologi ekstrem di ruang digital yang menyasar anak-anak dan remaja.

Temuan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Penanganan Anak Terpapar Konten Kekerasan di Ruang Digital yang digelar di Gedung Awaloedin Djamin, Bareskrim Polri, Jakarta pada Rabu, (7/1/2026).

Kepala Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardana, S.I.K., menyebut pihaknya menemukan keberadaan komunitas digital yang berkembang masif di media sosial dan berpotensi mendorong kekerasan ekstrem, khususnya terhadap anak-anak.

"Kami membenarkan apa yang telah disampaikan Kepala BNPT. Densus 88 menemukan sebuah komunitas yang dibingkai dalam grup media sosial. Ini bukan satu-satunya, melainkan salah satu dari puluhan grup serupa yang telah kami identifikasi,"kata Kombes Mayndra. 

Baca Juga: Buka Rakernis Densus 88, Kapolri Berikan Penghargaan dan Bantuan Modal Usaha ke Eks Narapidana Teroris

Ia menjelaskan, kelompok-kelompok tersebut mulai terdeteksi sejak 2025 dan hingga kini terus dilakukan intervensi bersama kementerian dan lembaga terkait di berbagai daerah.

Konten yang disebarkan dikemas secara menarik, mulai dari video pendek, animasi, meme, hingga musik, sehingga mudah menarik perhatian anak-anak.

Menurutnya, kondisi ini sangat berbahaya karena menyasar anak-anak yang secara psikologis masih berada dalam fase pencarian jati diri.

"Anak-anak belum memiliki kemampuan berpikir kritis yang matang dan cenderung mencari pengakuan. Paparan radikalisme dan kekerasan di media sosial dapat dengan cepat memengaruhi perilaku, emosi, dan pola pikir mereka,"jelasnya.

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian serius adalah berkembangnya True Crime Community di kalangan remaja.

Komunitas ini tumbuh secara sporadis tanpa tokoh atau organisasi resmi, namun memanfaatkan sifat ruang digital yang transnasional dan sensasional.

Kombes Mayndra juga memaparkan sejumlah kasus kekerasan global sepanjang 2025 yang melibatkan remaja dan diketahui terinspirasi dari konten ekstrem di media sosial.

Salah satu kasus terjadi di Moskow, Rusia, pada Desember 2025, di mana pelaku menuliskan frasa“Jakarta Bombing 2025”pada senjata yang digunakan.

Halaman:

Tags

Terkini