"Kalau teknik lama, pasien biasanya baru pulang hari keempat atau kelima. Sekarang operasi pagi, malam sudah bisa bergerak, besok pulang,"katanya.
Terkait kontraindikasi, dr Bagus menyebut hampir seluruh pembedahan perut pada prinsipnya dapat dilakukan secara minimal invasif, tergantung kondisi pasien dan kemampuan operator.
Namun, dalam situasi tertentu, tindakan laparoskopi dapat dikonversi menjadi operasi terbuka demi keselamatan pasien.
"Keselamatan pasien tetap yang utama. Jika saat operasi ditemukan kendala, maka bisa dilakukan konversi ke teknik terbuka,"tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa layanan minimal invasif di RSUD Jombang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk pasien BPJS Kesehatan semua kelas hingga peserta PBI.
"Hampir semua pasien BPJS, baik kelas satu, dua, tiga, maupun PBI bisa menikmati layanan ini. Bahkan ada pasien dari luar Jombang yang datang ke sini,"ujarnya.
Saat ini, RSUD Jombang menjadi satu-satunya rumah sakit di wilayah Jombang yang memiliki fasilitas bedah minimal invasif secara lengkap.
Di akhir paparannya, dr Bagus mengingatkan masyarakat agar tidak mendiagnosis penyakit secara mandiri.
"Jangan mendiagnosis sendiri atau langsung percaya informasi di internet. Lebih baik datang ke dokter. Setelah diperiksa, barulah informasi lain bisa dijadikan bahan pembanding,"pesannya.***