NGANJUK, MOCOSIK.COM – Pendopo KRT Sosrokoesoemo menjadi saksi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Men, melakukan kunjungan kerja resmi ke Kabupaten Nganjuk, Sabtu (28/02/2026).
Kunjungan tersebut membawa dua agenda utama, yakni sosialisasi Sekolah Rakyat serta penguatan dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam arahannya, Gus Men menegaskan bahwa validitas data menjadi kunci utama keberhasilan program perlindungan sosial. Ia mengajak seluruh jajaran Pemkab Nganjuk, mulai dari bupati hingga operator desa, agar lebih proaktif memperbarui data masyarakat.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Ajak 919 Operator Data Desa Jombang Perkuat Pemutakhiran DTSEN
"Data adalah jantung dari keadilan sosial. Kita ingin bantuan yang disalurkan benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Peran operator desa dan pendamping sosial sangat krusial di sini,"kata Gus Men di hadapan ratusan undangan.
Mensos juga didampingi jajaran pejabat eselon I dan staf khusus, di antaranya Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo dan Kepala Pusdatin Kesos Joko Widiarto, serta sejumlah direktur dan tenaga ahli yang fokus pada pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran tim lengkap ini dimaksudkan untuk memberikan arahan langsung terkait kendala pemutakhiran data yang sering dihadapi pemerintah desa di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyambut baik kunjungan tersebut. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, bersama jajaran Forkopimda, camat, hingga kepala desa/lurah se-Kabupaten Nganjuk hadir kompak mengenakan kemeja putih, selaras dengan rombongan Kemensos.
Dalam sambutannya, Kang Marhaen menyampaikan selamat datang kepada Gus Menteri beserta rombongan di Bumi Anjuk Ladang, Tanah Kemenangan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan di Nganjuk tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter dan mental masyarakat.
"Mental tangguh, mental juara, mental sukses, itu menjadi pijakan kita. Pendidikan yang bagus membangun sebuah karakter atau mental,"egasnya.