Perempuan berinisial AN terlihat menutupi wajahnya menggunakan handuk, sementara pria berinisial D berjalan menunduk di tengah sorakan warga.
Keduanya kemudian dibawa menggunakan mobil Provos Polres Nganjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari keterangan pihak keluarga, dugaan hubungan keduanya sebenarnya telah lama mencuat, bahkan disebut sudah berlangsung sekitar dua tahun dan sempat memicu konflik dalam rumah tangga perempuan tersebut.
Rumah kontrakan yang menjadi lokasi penggerebekan diketahui telah disewa sejak November 2025 oleh seorang penyewa yang bukan warga sekitar.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait identitas dan status pria yang diduga oknum anggota tersebut.***