Di sisi lain, Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis, Mastuki, juga merasa bersyukur atas jumlah peserta yang lulus dalam Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka melalui MOOC Pintar ini.
Baginya, pelatihan model asinkron ini telah diterima dengan baik oleh masyarakat, dan hal itu dapat mempercepat target sosialisasi implementasi Kurikulum Merdeka.
"Alhamdulillah, ini merupakan jumlah yang sangat besar. Saya mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka melalui MOOC Pintar ini, karena dengan satu kali pelatihan, sebanyak 28.336 peserta terlibat, dan 18.222 peserta atau 64,3 persen di antaranya dinyatakan lulus. Ini berarti tujuan penyampaian Kurikulum Merdeka kepada masyarakat dapat tercapai lebih cepat,"tuturnya.
"Kami mengucapkan selamat kepada peserta yang telah lulus dalam Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka ini. Selanjutnya, akan dilakukan pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka secara langsung kepada sasaran dengan lebih operasional agar di tahun ajaran 2023 nanti dapat langsung diimplementasikan di satuan kerja masing-masing," tambahnya.
Mastuki mengatakan bahwa ke depannya, Pusdiklat Teknis Badan Litbang dan Diklat tidak hanya akan menyelenggarakan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka secara tatap muka, tetapi juga melalui MOOC Pintar.
Baca Juga: Kemenag Mencabut Izin Penyelenggara Perjalanan Umrah PT Naila Syafah Wisata
"Jumlah guru yang sangat banyak, lebih dari 900 ribu, tidak memungkinkan untuk dilayani secara tatap muka. Keterbatasan anggaran dan pengajar mendorong kita untuk terus memanfaatkan teknologi. MOOC Pintar akan kita gunakan untuk membantu mempercepat implementasi ini,"tambahnya.
Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, sebanyak 28.336 peserta mendaftar untuk pelatihan pada periode 9 hingga 21 Mei 2023.***