MOCOSIK.COM - Kasatpol PP Jombang, Thonsom Pranggono, merespons dengan bijak dan santai terhadap keluhan staf Non ASN yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Seduluran Saklawase Satpol PP Jombang (FPSSJ).
Dalam aksinya, mereka menyampaikan keluhan melalui surat yang ditujukan kepada Bupati Jombang, dan surat tersebut kemudian diterima oleh Asisten I Purwanto pada hari Selasa (04/06/2023).
Surat dari FPSSJ tersebut dibuat pada tanggal 27 Juni 2023 dan terdiri dari 2 lembar kertas yang berisi 3 poin.
Poin pertama, adalah mengenai masalah psikologis anggota Satpol PP saat melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun. Mereka merasa sering "dibully" atau "diolok-olok" oleh para pedagang.
Poin kedua, berkaitan dengan sarana prasarana seperti HT, jaket, dan uang harian (UH) atau uang lembur bagi Staf Non ASN.
Terakhir, soal introspeksi internal, namun tak jelas definisi kalimat "introspeksi internal" yang dimaksud
Apabila kita teliti, surat dari FPSSJ telah dibuat 10 hari (27/06/2023) sebelum mereka mengadu kepada Bupati melalui Asisten I. Hal ini menunjukkan bahwa FPSSJ telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum melancarkan aksinya.
Namun, belum jelas apakah aksi ini murni sebagai aspirasi atau ada "pesanan" tertentu yang bertujuan untuk "menggoyang" posisi Kasatpol PP. Sebab, hal ini terlihat dari surat FPSSJ yang tidak mencantumkan daftar nama personil Satpol PP yang mengeluh.
Selain itu, susunan kalimat dalam surat tersebut terkesan emosional dan tidak terstruktur dengan baik dalam menyampaikan keluhan mereka.
Ironisnya, tidak ada tanda tangan atau nama koordinator, serta nama anggota Satpol PP Jombang non ASN yang bertanggung jawab. Tindakan ini, secara hirarkis, bisa diartikan sebagai pengabaian terhadap etika dalam berorganisasi atau kedinasan.
Namun demikian, dengan bijak Kasatpol PP Jombang, Thonsom Pranggono menanggapi keluhan staf honorer yang tergabung dalam FPSSJ tersebut.
Dengan senyuman, Thonsom Pranggono, yang juga pernah menjabat sebagai mantan Camat Gudo dan Kesamben ini mengatakan, kejadian tersebut hanya disebabkan oleh kurangnya komunikasi yang baik.