ASI kolostrum yang memiliki warna kuning biasanya diproduksi sejak awal trimester kedua kehamilan dan berlangsung sampai hari ke-2 sampai hari ke-5 kelahiran bayi.
2. ASI Berwarna Putih
Tiga hingga empat minggu setelah kelahiran bayi, tubuh ibu akan mulai meproduksi ASI yang matang. ASI yang matang warna nya dapat berubah sesuai dengan kandungan lemaknya.
Pertama kali keluar, ASI matur akan berwarna putih benih atau sedikit kebiruan dengan tekstur encer atau biasa disebut dengan foremilk.
Bahkan, ASI yang matang akan terus berubah seiring pertumbuhan bayi. ASI matang yang keluar di bulan pertama mungkin tidak sama dengan ASI yang keluar di bulan kelima menyusui.
Jumlah protein, lemak, dan laktosa bervariasi pada waktu yang berbeda dalam sehari. Warna ASI kuning berangsur-angsur berubah menjadi putih.
3. Warna ASI yang Berbeda
Ketika kondisi tertentu, akan ada sesaat kita melihat warna ASI berbeda dari biasanya. Sepeerti hijau, kemerehan, atau bahkan merah muda.
Hal itu terjadi karena, apa yang ibu konsumsi akan mempengaruhi warna ASI. Namun apabila ASI berwarna kehijauan atau merah, merupakan kualitas ASI yang bagus?
Jawabannya adalah Ya, jika warna tersebut berasal dari makanan yang sehat. Maka artinya, ASI tersebut sudah mencukupi kebutuhan vitamin, mineral, serta serat yang dibutuhkan tubuh bayi.
Baca Juga: Pengertian Ejakulasi Dini, Gejala dan 6 Faktor Resikonya! Selengkapnya Baca Disini
Tetapi, kita harus tetap hati-hati karen warna ASI bisa saja berubah karena pewarna buatan, putih berdarah hingga kondisi Kesehatan yang terganggu.
4. Aroma Susu Sapi
ASI yang berkualitas baik umumnya memiliki aroma seperti susu sapi. ASI akan memiliki aroma asam apabila dibekukan dan dicairkan.
Namun, apabila ASI sudah memiliki aroma yang terlalu asam, artinya ASI sudah tidak bagus dan sehat. ASI yang memiliki aroma seperti sabun, artinya ASI tersebut mengandung kandungan lipase yang tinggi (enzim yang membantu memecahkan lemak)