MOCOSIK.COM – Yoghurt dikenal sebagai salah satu makanan super yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh. Namun, tidak semua Yoghurt memiliki kualitas dan kandungan nutrisi yang sama.
Konsumen perlu lebih jeli saat memilih produk, sebab terdapat perbedaan mendasar antara Yoghurt segar dan Yoghurt biasa, terutama dari segi kandungan bakteri baik, proses produksi, hingga komposisi bahan tambahan.
1. Ketersediaan Bakteri Baik (Probiotik)
Yoghurt segar (live culture) merupakan jenis Yoghurt yang masih mengandung bakteri baik hidup seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.
Kandungan probiotik aktif inilah yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna dan meningkatkan imunitas tubuh.
Baca Juga: Mengungkap 7 Manfaat Luar Biasa dari Bunga Telang
Sebaliknya, Yoghurt biasa umumnya mengandung bakteri baik dalam jumlah sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada.
Hal ini disebabkan oleh proses pemanasan ulang (pasteurisasi) yang dapat membunuh sebagian besar bakteri hidup di dalamnya.
2. Proses Produksi dan Bahan Baku
Yoghurt segar dibuat dari susu segar dan diproses secara higienis dengan suhu terkontrol agar bakteri baik tetap hidup. Umumnya, masa simpan Yoghurt segar lebih singkat, yaitu sekitar 1–3 bulan di lemari pendingin.
Sementara itu, Yoghurt biasa bisa bertahan hingga 5 bulan atau lebih, karena diproduksi menggunakan bahan tambahan seperti susu bubuk atau kental manis, serta melalui proses pemanasan yang lebih panjang.
3. Komposisi Tambahan dan Tekstur
Yoghurt segar biasanya mengandung gula yang lebih sedikit, tanpa pewarna atau pengawet tambahan. Teksturnya ringan dan lembut menyerupai susu fermentasi alami.