MOCOSIK.COM - Umat Islam sangat dianjurkan untuk mendirikan Sholat Tahajud yang dilaksanakan di malam hari.
Terkadang muncul pertanyaan, apakah sah jika melaksanakan Sholat Tahajud bagi orang yang begadang alias belum tidur sama sekali?
Perlu diketahui, bahwa Tahajud adalah Sholat sunnah yang dilakukan di malam hari setelah bangun tidur, walaupun tidurnya hanya sebentar.
Jadi, jika kita tidak tidur sama sekali di waktu malam, maka Sholat sunnah yang dilakukan di waktu tersebut bukan disebut sebagai Sholat Tahajud.
Baca Juga: Idul Adha Muhammadiyah 2023: Merayakan Hari Raya Qurban dengan Berbagi dan Berkurban
Imam Romli dalam karyanya Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj (Beirut, Darul Fikr: 1404 H) juz 2, halaman 131, menyebutkan :
وَيُسَنُّ (التَّهَجُّدُ) بِالْإِجْمَاعِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى {وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ} [الإسراء: ٧٩] وَلِمُوَاظَبَتِهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَهُوَ التَّنَفُّلُ لَيْلًا بَعْدَ نَوْمٍ
"Shalat tahajud disunnahkan dengan kesepakatan ulama berdasarkan firman Allah Taala: Dan pada sebagian malam hari sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu (QS. Al-Isra’: 79) dan juga berdasarkan ketekunan nabi Muhammad SAW dalam melaksanakannya. Sholat Tahajud adalah Sholat sunnah di malam hari setelah tidur.”
Dengan pendapat yang sama Syekh Sulaiman Ibn Muhamad ibn Umar Al-Bujairomi menyebutkan :
وَتَهَجُّدٌ - أَيْ: تَنَفُّلٌ بِلَيْلٍ بَعْدَ نَوْمٍ
"Dan sunnah melaksanakan Sholat Tahajud, yaitu sholat sunnah setelah tidur.”
قَوْلُهُ: (بَعْدَ نَوْمٍ) وَلَوْ يَسِيرًا، وَلَوْ كَانَ النَّوْمُ قَبْلَ فِعْلِ الْعِشَاءِ، لَكِنْ لَا بُدَّ أَنْ يَكُونَ التَّهَجُّدُ بَعْدَ فِعْلِ الْعِشَاءِ، حَتَّى يُسَمَّى بِذَلِكَ وَهَذَا هُوَ الْمُعْتَمَدُ
"Penjelasan kalimat (setelah tidur) : walaupun tidur sebentar dan tidurnya dilakukan sebelum Sholat Isya, tapi Sholat Tahajud tetap dilakukan setelah Sholat Isya. Oleh sebab itu Sholat ini disebut Sholat Tahajud (tahajud: tidur di waktu malam) dan inilah pendapat yang mu'tamad (kuat). (Sulaiman Ibn Muhamad ibn Umar Al-Bujairomi, Hasyiyatul Bujairomi ala Syarhil Minhaj, (Mesir, Mustafa al-Babi al-Halabi: 1345 H) juz 1, halaman 286)
Artikel Terkait
Saat Anda Mengerjakan Sholat Tahajud, Hal Tak Terduga Ini Bisa Terjadi!
Kumpulan Doa Sholat Tahajud dalam Bahasa Latin untuk Mendekatkan Diri pada Allah
Kumpulan Doa Sholat Tahajud dan Witir Beserta Artinya yang Harus Anda Ketahui
10 Doa Sholat Tahajud yang Mustajab untuk Memohon Ampunan dan Kebahagiaan di Surga
Rahasia Keutamaan Sholat Tahajud Lengkap yang Jarang Diketahui