JOMBANG, MOCOSIK.COM - Rombongan anggota DPRD Kabupaten Jombang, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, (17/10/2023).
Rombongan wakil rakyat Jombang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B, Sunardi Yasin.
Sasaran Kunker Komisi B kali ini ke Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Kulon Progo. Turut hadir dalam kunker Komisi B DPRD Jombang ini, antara lain Wakil Ketua Komisi B, Setwan, beserta jajaran total berjumlah 13 orang.
Baca Juga: Perkuat Pendidikan Demokrasi, Ratusan Siswa SMPN 2 Kesamben Berkunjung ke DPRD Jombang
Adapun tujuan Kunker Komisi B DPRD Jombang, yaitu untuk menambah wawasan dan pengetahuan terkait Program Pengembangan Agribisnis Kopi di Kabupaten Kulon Progo.
Tak hanya itu, rombongan dari Jombang ini langsung diterima oleh Juliwati, S.P., M.M.A., Kabid Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dispertapa Kabupaten Kulon Progo.
Pada pertemuan tersebut, Juliwati memaparkan perihal seputar tanaman kopi di Kabupaten Kulon Progo yang telah dikembangkan di 5 Kapanewon yang berada di Pegunungan Menoreh, yaitu Kapanewon Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Pengasih dan Kokap.
"Tanaman kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dimana pengembangannya dilakukan dari hulu sampai hilir. Termasuk mulai dari budidaya, pengolahan dan juga pemasarannya,"terangnya.
Sampai dengan saat ini, menurut Juliwati, tercatat ada 9 (sembilan) Kelompok Tani yang melakukan pengolahan kopi yang berada di Kapanewon Samigaluh dan Kapanewon Girimulyo. Bahkan, pada perkembangannya keberadaan Kedai kopi maupun coffee shop kini sudah menjadi destinasi wisata kuliner.
"Masing-masing rinciannya berupa produk Kopi Jolotundo, Kopi Ampirono, Kopi Ingkar Janji, Kopi Klothok, Kopi Puncak, Kopi Gong, Kopi Teras Menoreh, Kopi Pari, Kopi Dadap Semilir dan lain-lain,"paparnya.
Juliwati menambahkan, mengenai fasilitasi bantuan yang sudah diberikan Pemkab Kulon Progo, kepada kelompok tani berupa bantuan bibit kopi, baik yang bersumber dari dana APBD maupun APBN.
"Selain itu juga terdapat donasi atau bantuan bibit, saprodi dan sarpras budidaya kopi di perbukitan Menoreh, Gugur Gunung Bedah Kebun Kopi di Menoreh dan Festival Kopi Menoreh yang bersumber dari Dana Keistimewaan DIY (Dais),"imbuh Juliwati.
Juliwati mengungkapkan, fasilitasi untuk mendukung pengolahan dan pemasaran kopi diantaranya pembangunan UPH kopi, peralatan pengolahan dan pemasaran kopi baik yang bersumber dari dana APBD maupun APBN. Selain itu, juga kerjasama dengan CSR. Misalnya kerjasama dengan Bank Indonesia, BPD DIY, Bank Kulon Progo dan pihak swasta lainnya.
"Dalam pengembangan agribisnis kopi di Kulon Progo, maka dibangun sinergi intensif dengan beberapa OPD yang lain, seperti dengan Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PUPR, baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi DIY,"ungkapnya.
Artikel Terkait
Pj Bupati Jombang Terima 2 Penghargaan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Pj Bupati Jombang Sugiat Hadiri Wisuda dan Pelantikan Stikes Pemkab Jombang
Wujudkan Pemilu 2024 Damai, Bupati Jombang Sugiat Apresiasi Sispamkota
Pj Bupati Jombang Sugiat Pimpin Apel Kerja Pegawai ASN dan Non ASN, Ini yang Disampaikan
Farid Fadjaruddin Sambut Pesta Demokrasi Pemilu 2024 dengan Menjunjung Tinggi Rasa Persatuan dan Kesatuan