"Peran dari TNI ini digaungkan dengan harapan capaian Posyandu bisa 100%,"ucapnya.
Baca Juga: Peringati HUT RI ke 79, Pj Bupati Teguh Narutomo Buka POR Lingkup Pemkab Jombang
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Purwanto M.KP menyampaikan, bahwa intervensi dalam penanganan stunting dibagi menjadi dua, yaitu intervensi sensitif dan spesifik.
"Kegiatan Gemarikan termasuk intervensi sensitif dalam penanganan stunting. Adapun intervensi spesifik dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan (nakes). Intervensi sensitif dilakukan pemerintah, masyarakat, atau kelompok masyarakat dalam rangka mendukung terwujudnya penurunan stunting di Jombang,"ujarnya.
Ditempat yang sama, Dandim 0814 Letkol Kav David Eko Junanto S.I.P selaku Bapak Asuh Balita Stunting mengapresiasi pada penyelenggara kegiatan Gemarikan. Sebab, keterlibatan TNI AD dalam penanganan stunting dimulai sejak Keluar Undang-Undang mengenai Percepatan Penurunan Stunting.
"Dengan adanya regulasi itu, ditindaklanjuti oleh TNI AD yang tugas pokok diantaranya membantu program pemerintah, khususnya terkait masalah stunting,"ungkap Letkol Kav David Eko Junanto.
Letkol Kav David Eko Junanto juga mengajak kepada undangan yang hadir untuk menerapkan Sosialisasi Gemarikan lebih masif lagi. Bahkan, pihaknya mengajak usia produktif siap menikah untuk melek masalah stunting.
"Untuk pencegahan stunting jangan lupa, Danramil kumpulkan usia produktif nikah. Kalau perlu, dibekali juga terkait masalah stunting,"ungkapnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo S.H., M.Si menambahkan, bahwa pencanangan Gemarikan sudah dimulai sejak 2004.
"Gerakan ini merupakan inisiasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kami ingin Gemarikan bukan sekedar menjadi bentuk Sosialisasi, namun juga gebrakan yang lebih masif dan bergerak bersama secara sinergi dan kolaborasi,"ungkapnya.
Menurutnya, saat ini bukan saatnya sosialisasi lagi, tapi sudah merupakan gerakan yang sudah sangat masif dan target harusnya tercukupi.
"Gerakan masif melibatkan semua pihak, saling bekerjasama, berkolaborasi yang tujuannya menangani stunting kalau bisa Nol/ zero,"tegas Agus Purnomo.
Agus Purnomo juga menyoroti bahaya stunting yang bisa mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak (kognitif), yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan.
"Anak Stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasa. Bahkan, stunting dan malnutrisi diperkirakan berkontribusi pada berkurangnya 2-3% produk domestik bruto setiap tahunnya,"papar Agus Purnomo.
Dalam upaya mengatasi stunting, lanjut dia, perlu bergerak secara bersama-sama. Tidak hanya sebagai tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua elemen masyarakat.
Artikel Terkait
Viral Aksi Perampokan di Sumobito Terekam CCTV, Polres Jombang Terjunkan Timsus Buru Pelaku
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Narkotika Jenis Sabu yang Dikemas dalam Boneka
Bang Jack Ditunjuk Sebagai Tim Kuasa Hukum Calon Bupati Jombang H Warsubi, Begini Katanya
Grebek Rumah Kos di Blitar, Polisi Selamatkan 26 Orang Calon Pekerja Migran Indonesia CPMI Ilegal
Konsumsi Sabu sebagai Stamina, Sopir Truk Gandeng Asal Jember Diringkus Polres Jombang