Polda Jatim Amankan 3 Tersangka Carok di Sampang Madura, Kombes Pol Dirmanto: Tidak Terkait Pilkada

photo author
- Jumat, 22 November 2024 | 09:53 WIB
Polda Jatim mengamankan tiga orang tersangka Pembacokan hingga mengakibatkan korban Jimmy Sugito Putra (44) meninggal dunia (Humas Polda Jatim)
Polda Jatim mengamankan tiga orang tersangka Pembacokan hingga mengakibatkan korban Jimmy Sugito Putra (44) meninggal dunia (Humas Polda Jatim)

 

SURABAYA, MOCOSIK.COM - Polda Jawa Timur, mengamankan 3 (Tiga) orang tersangka pembacokan hingga mengakibatkan korban Jimmy Sugito Putra (44) meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 17 November 2024 lalu, di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Farman mengatakan, Tiga tersangka pembacokan tersebut berinisial FS, AR dan MS. 

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus Tiga Pelaku Curanmor, AKBP Arbaridi Jumhur: Mereka Bersenjata Airsoft Gun dan Celurit

"Ketiganya inu merupakan warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura,"ungkapnya, saat konferensi Pers di Polda Jatim, Kamis (21/11/2024).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Farman juga menjelaskan keronologis permasalahan hingga terjadinya pembacokan itu.

Dikatakannya, peristiwa tersebut berawal dari adanya kedatangan secara mendadak H. Slamet Junaidi, ke padepokan Babussalam dalam rangka sowan kepada pemilik Padepokan, yaitu Kyai Mualif.

"Selanjutnaya Kyai Mualif meminta Asrofi untuk mengumpulkan jamaah Dzikir, untuk menyambut kedatangan H. Slamet Junaidi,"jelasnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Farman menjelaskan, kedatangan mendadak tersebut diketahui oleh Kyai Hamduddin saat rombongan lewat depan rumahnya menuju padepokan milik Kyai Mualif (menantu keponakan H. Hamduddin).

"Menimbulkan ketidak senangan Kyai Hamdudin, karena kyai Mualif sebagai menantu keponakan, dan kyai Hamduddin merasa lebih tua, tidak ijin atas kedatangan rombongan H. Selamet Junaidi ke padepokan Kyai Mualif,"ujarnya.

Kemudian dilakukan blockade jalan dengan mobil, Kyai Hamduddin dengan potongan kayu untuk menghalangi akses keluar jalan, dari padepokan milik Kyai Mualif.

Atas pemblokiran tersebut terjadi cekcok antara kelompok Kyai Mualif, yakni Saudara Jimmy Sugito (korban), Muadi, Mat Yasid dan Abdussalam, dengan Kyai Hamduddin untuk membuka blockade, namun kyai Hamduddin menolak dan menyuruh agar keluar lewat jalur lain.

Blockade tersebut berupa kayu dan Mobil Kijang LGX, timbul cekcok. Berikutnya saudara Muadi menyampaikan kepada massa penghadang, dengan kata – kata "Mon Acarok GihDegik Yeh”(kalau mau carok nanti saja).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: Humas Polda Jatim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X