Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Tewas Ditembak Kabag Ops, Komisi III Akan Panggil Pejabat Polda Polri

photo author
- Jumat, 22 November 2024 | 20:09 WIB
Kabag Ops Pelaku penembakan yang menewaskan Kasat Reskrim Polres Solok Selatan (Tiktok)
Kabag Ops Pelaku penembakan yang menewaskan Kasat Reskrim Polres Solok Selatan (Tiktok)


JAKARTA, MOCOSIK.COM - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terkait peristiwa tragis yang menewaskan Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, Sumatera Barat.

Habiburokhman mengatakan, insiden tersebut diduga melibatkan seorang Kabag Ops yang menembak rekannya hingga tewas.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum dan kami doakan agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada pelaku, kami ingin hukum ditegakan agar ditindak tegas dengan dimintai pertanggungjawaban hukum. Baik dalam konteks pidana, disiplin dan kedinasan,"terangnya usai Konferensi Pers Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan Jakarta, Jumat (22/11/2024).

Baca Juga: Polri Tangkap Tersangka DPO Kasus Judi Online W88 di Filipina

Habiburokhman menjelaskan, dua isu utama yang menjadi sorotan dalam kasus ini, yakni pertama penggunaan pistol untuk menembak yang tidak dalam aturan yang seharusnya.

"Karena dia menggunakan pistol untuk menembak dan sudah merencanakan untuk menembak. Saya menduga, itu sebagai pembunuhan berencana, tapi nanti penyidik silahkan memprosesnya,"katanya.

Kedua, latar belakang peristiwa yang diduga terkait tindakan almarhum Kasat Reskrim dalam menindak tambang ilegal galian C.

"Permasalahan yang kami dapat, bahwa ada yang menyebutkan si pelaku ini tidak senang atas apa yang dilakukan Kasat Reskrim menindak tambang ilegal galian C. Jadi yang dipertanyakan, apakah pelaku (penembakan) ini membekingi tambang ilegal? Sehingga ketika tambang ilegal tersebut ditindak, ini juga harus diusut tuntas,"jelasnya.

Sebagai langkah responsif, Komisi III DPR RI berencana melakukan kunjungan langsung ke Sumatera Barat, pada Senin (25/11/2024) mendatang.

"Beberapa anggota (Komisi III) yang akan kesana dan saya mungkin akan memimpin langsung, atau setidaknya nanti ada Pak Rano Al-fath yang memimpin ke sana,"ucap Habiburokhman.

Setelah Pilkada pada Kamis, (28/11/2024) Komisi III juga akan memanggil Kapolda Sumatera Barat, Kapolres Solok Selatan dan Kadiv Propam Mabes Polri untuk membahas kasus ini secara spesifik.

"Ya memang masih spesifik masalah ini, tapi karena ada Pak Kadiv Propam, kami juga ingin tahu bagaimana pemantauan kelayakan anggota ini menggunakan senjata,"ungkapnya.

Baca Juga: Polri Tangkap Tersangka Pengelola Situs Penyebar Video Porno Anak, Ribuan Barang Bukti Video Diamankan

Dalam kasus ini, Habiburokhman juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap mekanisme penggunaan senjata api oleh anggota kepolisian.

"Apakah ada mekanisme semacam medical check-up nya, dalam konteks kematangan kejiwaannya, menggunakan senjata yang dilakukan secara rutin tiap tahun, atau seperti apa. Jangan sampai terulang lagi, kami yakin dan percaya Bapak Kapolri kita, tidak akan, memberi toleransi terhadap pelaku-pelaku seperti ini,"tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: dpr.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X