Sebagai penutup, ia kembali mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga pada komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.
"Mewujudkan dunia yang lebih aman dan lebih adil membutuhkan kerja sama kita semua. Rise and Speak bukan hanya seruan, tetapi panggilan untuk bertindak. Jika kita bersatu, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan,"pungkasnya.
Seiring dengan hadirnya Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO, Brigjen Nurul Azizah berkomitmen untuk tidak hanya menangani perkara-perkara pidana berkaitan dengan perempuan dan anak, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap orang yang menjadi korban tindak kekerasan akan terlindungi dan mendapat tempat yang aman untuk mencari keadilan.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan Indramayu dapat menjadi pilot project dalam upaya pelindungan perempuan dan anak, serta menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya mencegah dan menangani kasus perdagangan orang di Indonesia.***
Artikel Terkait
Menhan RI Prabowo Subianto Terima Penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama dari Polri
Hanya 7 Hari, Polri Berhasil Ungkap Ribuan Kasus Mulai dari Judi hingga TPPO
Legislator Dapil Kalimantan Selatan Desak Polri Tangkap Pelaku Kekerasan yang Dilakukan KKB di Yahukimo Papua
Polri Ungkap Sumber Dana Terduga Teroris di Batu Malang untuk Beli Bahan Membuat Bom! Ternyata Begini
Polri Sebut Pelaku Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Batu Malang Sudah Berbaiat ke ISIS