Siskohat Besutan Ditjen PHU Kemenag Raih Sertifikat SMKI ISO 27001

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Minggu, 9 Februari 2025 | 06:00 WIB
Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) besutan dari Ditjen PHU Kementerian Agama (Kemenag), meraih sertifikat SMKI ISO 27001 (kemenag.go.id)
Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) besutan dari Ditjen PHU Kementerian Agama (Kemenag), meraih sertifikat SMKI ISO 27001 (kemenag.go.id)

 

JAKARTA, MOCOSIK.COM - Upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji terus dilakukan oleh pemerintah. Terbaru, Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) besutan dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), meraih sertifikat SMKI ISO 27001.

SMKI (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) ISO 27001 merupakan standar internasional yang mengatur cara organisasi mengelola keamanan informasi.

Sertifikat ISO 27001 bagi Siskohat ini, diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC) pada 31 Januari 2025.

Dirjen PHU, Hilman Latief menyampaikan, bahwa pemenuhan ISO 27001 ini merupakan upaya Kemenag untuk meningkatkan tata kelola penyelenggaraan haji, khususnya dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keamanan data jemaah. 

Baca Juga: Kemenag Susun Buku Teks Utama PAI pada Sekolah, Direktur Pendidikan Agama Islam: Ada Tiga Unsur Penting

"Tentu saja dengan terbitnya sertifikat ISO ini, Ditjen PHU dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola e-Goverment khususnya sistem keamanan data jemaah haji,"terangnya di Jakarta, Sabtu (08/02/2025).

Hilman Latief mengatakan, tujuan utama dari sertifikasi ISO 27001 adalah menjaga kerahasiaan, kesatuan, dan ketersediaan dari informasi dengan menerapkan proses manajemen risiko dan memberikan kepercayaan ke pihak-pihak terkait.

"Standar ini didasarkan pada pendekatan sistematis untuk memastikan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi,"ucapnya.

Menurutnya, Siskohat merupakan sebuah sistem besar yang menjadi tulang punggung penyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah. Sebab, Siskohat kini punya jasa besar dalam menciptakan keteraturan terkait penggerakan jemaah haji ke Arab Saudi.

"Sistem komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) kini menjadi "jantung" bagi pelayanan jemaah haji,"ujar Hilman Latief.

Dikatakannya, data yang tersimpan dalam Siskohat digunakan dalam seluruh rangkaian proses penyelenggaraan haji mulai dari pembuatan paspor, penerbangan pemberangkatan dan pemulangan, hingga kebutuhan perbankan.

"Seluruh biodata calon jemaah haji mengacu kepada sistem komputer terpadu tersebut. Hingga kini sistem tersebut secara bertahap mengalami penyempurnaan dan dapat digunakan sebagai "cross check" data keuangan di bank penerima setoran (BPS) dan jumlah data calon jemaah haji yang akan diberangkatan,"tuturnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Biaya Operasional Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Kemenag, Ramadhan Harisman menjelaskan, dibangunnya Siskohat dimulai pasca peristiwa musibah wafatnya ratusan jemaah haji di terowongan Mina di tahun 1990-an.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X