Penipuan Bermodus Petugas Polisi di Tengah Bencana Kebakaran Pasar Mojoduwur Jombang

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Minggu, 11 Mei 2025 | 12:17 WIB
Kepala Desa Mojoduwur, Imam Baihaqi bersama Polres Jombang (Humas Polres Jombang)
Kepala Desa Mojoduwur, Imam Baihaqi bersama Polres Jombang (Humas Polres Jombang)

 

JOMBANG, MOCOSIK.COM – Bencana kebakaran di Pasar Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang rupanya dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Pasalnya, Kepala Desa Mojoduwur, Imam BaihaqiImam Baihaqi dihubungi oleh seorang pria misterius, yang mengaku sebagai anggota polisi dari Polres Jombang.

Tujuannya adalah meminta uang sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta, yakni dengan dalih untuk biayai penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran yang terjadi pada Jumat, (9/5/2025) petang.

Baca Juga: Modus Cari Kost, Pelaku Pencurian yang Viral di Medsos Kediri Kota Diringkus Polisi

Modusnya yakni mengaku sebagai Kasat Polres Jombang. Melalui sambungan telepon seluler pada Sabtu (10/5/2025), pelaku menawarkan akan mendatangkan Tim Inafis untuk melakukan investigasi.

Namun, permintaan tersebut tak lantas dikabulkan oleh Imam Baihaqi, lalu mengarahkan penelepon untuk berkomunikasi langsung dengan Kepala Pasar Mojoduwur, Wadi.

Keduanya pun sepakat, bahwa uang akan diberikan setelah tim penyelidik benar-benar datang ke lokasi.

Namun rencana penipuan itu gagal, lantaran hingga waktu yang dijanjikan, pelaku tak kunjung menunjukkan diri.

Bahkan setelah itu, si penelepon justru menarik atau menghapus semua pesan di nomor Kepala Pasar Wadi.

"Penelepon minta uang sebesar Rp2 juta sampai Rp5 juta uang penyelidikan penyebab kebakaran, yang mengaku dari anggota polisi. Dia juga sudah mengirim nomor rekening kepada kepala pasar. Tapi kami curiga, akhirnya tidak menuruti permintaan penelepon tadi,"kata Imam Baihaqi, Sabtu (10/5/2025) malam.

Kades Mojoduwur meyakini, bahwa upaya tersebut adalah bentuk penipuan yang memanfaatkan situasi darurat. Ia menegaskan, bahwa tak ada keterlibatan dari aparat kepolisian Jombang, maupun Mojowarno dalam permintaan uang tersebut.

"Saya yakin, itu merupakan upaya penipuan. Bukan oknum dari Polres Jombang atau Polsek Mojowarno. Saya tegaskan, itu benar-benar upaya penipuan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,"tegasnya. 

Baca Juga: Modus Penipuan Kiriman COD Berkedok Kemenag di Pesantren: Ini yang Harus Anda Ketahui

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: Humas Polres Jombang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X