Menanamkan Disiplin
Selain mengajar, Kiki dan rekan-rekan guru turut menanamkan kedisiplinan. Pada awalnya, banyak siswa datang terlambat ke kelas. Para guru bahkan harus naik ke kamar untuk membangunkan dan memeriksa satu per satu.
Baca Juga: Didampingi Wabup Salmanudin, Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang
"Kita tekankan kalau terlambat, waktu belajar mereka berkurang dan mengganggu teman-temannya,"ujar Kiki.
Perlahan, kedisiplinan siswa mulai terbentuk. Setelah dua bulan, mereka sudah memiliki rutinitas yang teratur.
"Sekarang lebih tertib, sudah tahu jadwal sendiri,"katanya.
Belajar Hidup di Tanah Rantau
Selain bahasa dan kedisiplinan, Kiki juga beradaptasi dengan kuliner khas Makassar yang terkenal pedas.
"Awalnya enggak kuat. Tapi karena sering makan bareng teman, lama-lama terbiasa. Sekarang malah doyan,"katanya sambil tertawa.
Kini, Kiki merasa bersyukur atas pilihannya merantau ke Makassar. Ia bukan hanya mengajar matematika, tapi juga belajar banyak tentang kehidupan.
"Setiap hari ada hal baru. Di sini saya belajar jadi guru, sekaligus belajar jadi manusia yang lebih kuat,"pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pesan Haru Siswi Sekolah Rakyat NTT: Pak Prabowo Bawa Hidup Saya dari Gelap ke Terang
Prabowo Harap Lulusan Sekolah Rakyat bisa Angkat Keluarga Keluar dari Kemiskinan
Prabowo ke Guru Sekolah Rakyat: Siapkan Generasi untuk Putus Kemiskinan
Prabowo Realisasikan 100 Sekolah Rakyat dalam 5 Bulan: Target Tahun Depan 200
Sekolah Rakyat Beri Kesan Mendalam untuk Guru: Jadi Motivasi Perjuangkan Pendidikan