MEDAN, MOCOSIK.COM - Korps Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup (KOMPAS USU) kembali menjadi salah satu unsur mahasiswa yang sigap merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh.
Mobilisasi Tim Reaksi Cepat (TRC) KOMPAS USU berlangsung lancar selama beberapa hari terakhir berkat dukungan transportasi dari Universitas Sumatera Utara serta kontribusi anggota luar biasa (alumni) KOMPAS USU.
Kegiatan kemanusiaan ini juga dapat terus berjalan melalui kombinasi pendanaan internal dan eksternal.
Selama berada di lapangan, kebutuhan operasional tim dipenuhi dari kas organisasi, dana kolektif anggota, dan sumbangan para donatur.
Baca Juga: FK Usakti dan Mapala Kompas USU Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut–Aceh
Universitas Sumatera Utara turut memberikan dukungan penuh sebagai bentuk komitmen lembaga dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Meski demikian, tim menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama pada ketersediaan peralatan evakuasi. Hingga kini, KOMPAS USU hanya memiliki satu unit perahu karet, sehingga proses evakuasi di beberapa titik banjir tidak dapat dilakukan secara bersamaan.
"Keterbatasan perahu memang menjadi tantangan tersendiri, karena pada kondisi tertentu kecepatan evakuasi sangat menentukan keselamatan warga. Namun kami tetap mengoptimalkan peralatan yang ada sambil memperkuat koordinasi dengan BPBD, BASARNAS, dan relawan lainnya,"ujar Ketua Umum KOMPAS USU, Raja Kuat Subbhari (NA KU 370 LK), dari Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara.
Ia mengapresiasi gerak cepat para anggota KOMPAS USU dan relawan mahasiswa yang turun langsung ke lokasi bencana meski harus membagi waktu dengan kegiatan akademik.
"Syukurnya, masih banyak mahasiswa yang rela memprioritaskan misi kemanusiaan ketimbang kepentingan pribadi. Ini menunjukkan bahwa nilai solidaritas masih kuat tumbuh di lingkungan kampus,"tambahnya.
Keberadaan para relawan mahasiswa dinilai memberi dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam proses evakuasi, penyediaan logistik, dan dukungan psikososial.
Warga juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan cepat yang menjangkau wilayah-wilayah yang sulit ditembus kendaraan besar atau lembaga resmi.
"Kehadiran adik-adik mahasiswa ini sangat membantu. Ada daerah kami yang tidak bisa ditembus mobil besar, dan mereka datang membawa logistik langsung ke rumah-rumah,"ungkap seorang warga di Kecamatan Helvetia.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja PT Indomarco Prismatama di Medan untuk 6 Posisi Jabatan
Fatimah Muharrami Siswi MAN 1 Medan Ciptakan Aplikasi TUDARA untuk Anti Diskriminasi di Sekolah
Gegara Nunggak SPP, Siswa SD di Kota Medan Sumut Dihukum Belajar Dilantai
BRI Journalism 360 di Kota Medan 2025: Diskusi Seru Insan Pers di Sumut hingga Pelatihan Content Creator Bareng Mahasiswa USU
Unik! Warga Asal Medan Tempuh 188 Hari Jalan Kaki demi Lebaran bareng Prabowo di Istana