KOMPAS USU Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir Sumut–Aceh, Keterbatasan Peralatan Jadi Tantangan

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Kamis, 4 Desember 2025 | 19:20 WIB
KOMPAS USU bergerak cepat membantu korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh (dok.istimewa)
KOMPAS USU bergerak cepat membantu korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh (dok.istimewa)

 

MEDAN, MOCOSIK.COM - Korps Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup (KOMPAS USU) kembali menjadi salah satu unsur mahasiswa yang sigap merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh.

Mobilisasi Tim Reaksi Cepat (TRC) KOMPAS USU berlangsung lancar selama beberapa hari terakhir berkat dukungan transportasi dari Universitas Sumatera Utara serta kontribusi anggota luar biasa (alumni) KOMPAS USU.

Kegiatan kemanusiaan ini juga dapat terus berjalan melalui kombinasi pendanaan internal dan eksternal.

Selama berada di lapangan, kebutuhan operasional tim dipenuhi dari kas organisasi, dana kolektif anggota, dan sumbangan para donatur. 

Baca Juga: FK Usakti dan Mapala Kompas USU Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut–Aceh

Universitas Sumatera Utara turut memberikan dukungan penuh sebagai bentuk komitmen lembaga dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Meski demikian, tim menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama pada ketersediaan peralatan evakuasi. Hingga kini, KOMPAS USU hanya memiliki satu unit perahu karet, sehingga proses evakuasi di beberapa titik banjir tidak dapat dilakukan secara bersamaan.

"Keterbatasan perahu memang menjadi tantangan tersendiri, karena pada kondisi tertentu kecepatan evakuasi sangat menentukan keselamatan warga. Namun kami tetap mengoptimalkan peralatan yang ada sambil memperkuat koordinasi dengan BPBD, BASARNAS, dan relawan lainnya,"ujar Ketua Umum KOMPAS USU, Raja Kuat Subbhari (NA KU 370 LK), dari Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara.

Ia mengapresiasi gerak cepat para anggota KOMPAS USU dan relawan mahasiswa yang turun langsung ke lokasi bencana meski harus membagi waktu dengan kegiatan akademik.

"Syukurnya, masih banyak mahasiswa yang rela memprioritaskan misi kemanusiaan ketimbang kepentingan pribadi. Ini menunjukkan bahwa nilai solidaritas masih kuat tumbuh di lingkungan kampus,"tambahnya.

Keberadaan para relawan mahasiswa dinilai memberi dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam proses evakuasi, penyediaan logistik, dan dukungan psikososial.

Warga juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan cepat yang menjangkau wilayah-wilayah yang sulit ditembus kendaraan besar atau lembaga resmi.

"Kehadiran adik-adik mahasiswa ini sangat membantu. Ada daerah kami yang tidak bisa ditembus mobil besar, dan mereka datang membawa logistik langsung ke rumah-rumah,"ungkap seorang warga di Kecamatan Helvetia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X