Pengurus IDI Cabang Jombang Resmi Dilantik, Bupati Warsubi Tekankan Etika dan Sinergi Turunkan Stunting

photo author
- Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:29 WIB
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang masa bakti 2025–2028 resmi dilantik Bupati Warsubi (Rudiyanto)
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang masa bakti 2025–2028 resmi dilantik Bupati Warsubi (Rudiyanto)

Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang masa bakti 2025–2028
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang masa bakti 2025–2028 (Rudiyanto)

Pelantikan ini merujuk pada Surat Keputusan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Nomor 0264/PB/A.4/11/2025 tanggal 27 November 2025, yang menetapkan susunan lengkap pengurus, dewan pertimbangan, berbagai bidang, hingga Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK).

IDI Cabang Jombang periode 2025–2028 dipimpin oleh dr. Hexawan Tjahja Widada sebagai Ketua Umum, didukung jajaran pengurus harian serta bidang-bidang strategis, meliputi organisasi, ilmiah dan pengembangan profesi, pengabdian masyarakat dan siaga bencana, usaha, kesejawatan dan humas, BHP2A, serta MKEK.

Menutup sambutannya, Bupati Warsubi berharap seluruh pengurus IDI yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kelancaran, dan keberkahan bagi kita semua dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat demi mewujudkan Jombang yang maju dan sejahtera untuk semua,"pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada mengatakan, bahwa IDI Cabang Jombang akan fokus pada penguatan kompetensi dokter, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, serta penguatan program promotif dan preventif di tengah masyarakat.

"Semua pihak harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang sangat cepat. Prioritas kami adalah menjaga mutu dokter, meningkatkan kompetensi, menjunjung tinggi etika profesi, serta memberikan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien,"katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berita informasi kesehatan di era digital sekarang ini.

"Masyarakat harus memastikan, bahwa informasi kesehatan yang diterima berasal dari tenaga medis atau sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,"pungkas dr. Hexawan Tjahja Widada.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X