Baca Juga: Pemkab Jombang dan Kejari Perkuat Sinergi Berantas Korupsi di FGD HAKORDIA 2025
Menurutnya, ukuran kinerja yang sesungguhnya adalah sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran negara melalui pelayanan publik yang cepat, adil, dan transparan.
"Penghargaan hanyalah bonus. Jika masyarakat masih mengeluh soal layanan, maka itu tanda kita belum berhasil,"tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa tantangan tahun 2026 tidak ringan.
Pemkab Jombang masih dihadapkan pada persoalan klasik seperti peningkatan kualitas pelayanan dasar, penguatan disiplin aparatur, konsistensi inovasi yang berdampak nyata, serta kepercayaan publik terhadap birokrasi.
Mengakhiri arahannya, Bupati Warsubi mengajak seluruh jajaran, mulai dari Wakil Bupati Salmanudin, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, hingga seluruh ASN, untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum pembuktian, bukan sekadar perayaan prestasi.
"Prestasi masa lalu tidak menjamin kepercayaan publik di masa depan. Yang menentukan adalah kerja hari ini dan hasil yang dirasakan masyarakat,"pungkasnya
Artikel Terkait
Bupati Jombang Waraubi Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Milad ke 113
Bupati Jombang Lantik 66 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Puskesmas, Ini Daftar Namanya
Drama Suap Jabatan di Ponorogo Berakhir, Bupati, Sekda dan Dirut RSUD Ditahan KPK
Asisten Pemerintahan Pimpin Apel Korpri, Bupati Jombang Tekankan Akselerasi Penyelesaian Program 2025
Wakil Bupati Jombang Sidak Proyek Puskesmas Jelakombo dan Trotoar Simpang Tiga, Ini Hasilnya
Kejuaraan Bola Voli Bupati Jombang Cup 2025 Resmi Dibuka, 48 Tim Berebut Gelar Terbaik