Apresiasi Prabowo untuk MUI: Pilar Kesejukan, Selalu Hadir untuk Bangsa

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 20:30 WIB
Prabowo Subianto mengapresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas peran strategis dan konsistensinya dalam menjaga stabilitas bangsa (Promedia Teknologi Indonesia)
Prabowo Subianto mengapresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas peran strategis dan konsistensinya dalam menjaga stabilitas bangsa (Promedia Teknologi Indonesia)

 

JAKARTA, MOCOSIK.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas peran strategis dan konsistensinya dalam menjaga stabilitas bangsa, khususnya saat Indonesia menghadapi berbagai situasi sulit.

Pujian tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri pengukuhan dan ta’aruf pengurus MUI masa bakti 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7/2).

Menurut Prabowo, MUI tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai keagamaan, tetapi juga menjadi pilar ketenangan, toleransi, dan persatuan nasional di tengah dinamika sosial dan kebangsaan. 

Baca Juga: Polri Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk KTT ASEAN ke 43 di Jakarta

Prabowo menegaskan, MUI tidak pernah absen ketika negara menghadapi masa-masa sulit, termasuk saat terjadi bencana di berbagai daerah.

“Majelis Ulama Indonesia selalu mengambil peran yang sangat besar dan menentukan dalam kehidupan bangsa dan negara. MUI selalu menjadi pilar stabilitas, pilar ketenangan, pilar kesejukan,” ujarnya.

“MUI tidak pernah tidak hadir setiap bangsa mengalami kesulitan. MUI tidak pernah absen pada saat-saat negara sulit,” lanjutnya.

Prabowo secara khusus menyoroti kehadiran MUI sejak awal bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hal itu, menurutnya, mencerminkan rasa tanggung jawab besar MUI terhadap umat dan bangsa.

“Saya sangat memberi penghargaan dan salut kepada peran serta rasa tanggung jawab Majelis Ulama Indonesia,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan antara ulama dan umara sebagai syarat utama kemajuan bangsa. Ia meyakini, bersatunya kekuatan moral dan kepemimpinan negara akan melahirkan perdamaian dan kemakmuran.

“Kalau ulama dan umara bersatu, insyaallah bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang makmur,” pungkasnya.

Prabowo bahkan mengaku memperoleh suntikan keberanian dari MUI dalam menjalankan mandat sebagai Presiden Republik Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan besar seperti kemiskinan dan pemberantasan korupsi.

“Hari ini terima kasih, Majelis Ulama Indonesia telah memberi saya suntikan keberanian. Saya menjadi lebih berani, lebih yakin bahwa ulama dan umara bersatu, kita akan menegakkan keadilan di bumi Indonesia ini,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X