MOJOKERTO, MOCOSIK.COM – Sebuah truk tangki berwarna biru putih bermuatan 8.000 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjun bebas ke aliran Sungai Pageruyung, Kabupaten Mojokerto, Minggu (1/3/2026).
Insiden tersebut diduga dipicu oleh pengemudi yang kehilangan kendali akibat kelelahan.
Hingga berita ini diturunkan, bangkai kendaraan masih berada di dasar sungai. Aparat dari Polsek Pageruyung telah memasang garis polisi di sekitar lokasi guna kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan proses penyelidikan lebih lanjut.
Kecelakaan terjadi di jalur penghubung wilayah Mojokerto dengan perbatasan Kabupaten Jombang. Berdasarkan kesaksian warga sekitar, truk tangki tampak melaju tidak stabil sebelum akhirnya terperosok ke sungai.
Baca Juga: Satreskrim Polres Mojokerto Tangkap Residivis Spesialis Curanmor Pikap, Dua Pelaku Masih Buron
"Tangki kehilangan kendali sebelum masuk ke sungai. Informasinya sopir mengantuk karena sedang mengejar target pengiriman,"ujar salah satu warga yang menyaksikan pascakejadian.
Meski dugaan kelalaian manusia (human error) menguat, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan final. Petugas menegaskan bahwa proses investigasi masih berjalan secara intensif, termasuk pemeriksaan saksi dan penelusuran dokumen kendaraan.
Hasil penelusuran awal di lapangan menyebutkan kendaraan tersebut diduga milik PT Sinar Almas Mulia. Namun hingga kini, manajemen perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait status kepemilikan armada maupun tanggung jawab atas muatan solar tersebut.
Insiden ini turut memicu perbincangan di tengah masyarakat mengenai aktivitas distribusi solar yang kerap melintasi jalur alternatif atau jalan tikus dari Jombang menuju Kota Mojokerto.
Warga menyebut kendaraan tangki serupa hampir setiap hari melintasi rute tersebut, diduga untuk menghindari pengawasan jalur utama.
Meski demikian, belum terdapat bukti hukum yang mengaitkan kecelakaan ini dengan praktik distribusi ilegal ataupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Warga sekitar mendesak agar proses evakuasi segera dilakukan. Kekhawatiran utama adalah potensi kebocoran 8.000 liter solar yang dapat mencemari ekosistem sungai dan mengganggu aktivitas warga yang bergantung pada aliran tersebut.
"Kami berharap segera dievakuasi agar tidak ada kebocoran yang merusak lingkungan sungai kami,"ungkap warga lainnya.
Artikel Terkait
Nekat Selundupkan Sabu Lewat Kemaluan, Istri WBP Gagal Masuk Lapas Mojokerto
Simpan Sabu di Kemaluan, Istri Napi Gagal Selundupkan Narkoba ke Lapas Mojokerto
Terbongkar Dua Kali Selundupkan Sabu ke Lapas Mojokerto, Istri Napi Terancam Hukuman Berlapis
Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Brantas Mojokerto
Diduga Cacat Prosedur, Sertifikat Tanah di Mojokerto Terbit Tanpa Persetujuan Ahli Waris