JAKARTA, MOCOSIK.COM – Satgas Penanganan Haji dan Umrah Ilegal menggagalkan pemberangkatan delapan calon jemaah haji di Bandara Soekarno-Hatta yang menggunakan modus visa tenaga kerja.
Temuan ini mengungkap jaringan besar yang diduga telah memberangkatkan jemaah secara ilegal sebanyak 127 kali sejak tahun 2024.
Dirtipidter Bareskrim Polri sekaligus Kasubsatgas Gakkum Haji, Brigjen Pol. Moh. Irhamni, menyatakan bahwa penyelidikan kini difokuskan pada pengejaran perusahaan atau PT yang bertanggung jawab atas manipulasi administrasi tersebut.
Modus Operandi: Visa Kerja & Tanpa Antre
Para pelaku menjerat korban dengan iming-iming keberangkatan instan tanpa antrean panjang.
Manipulasi Visa:
Secara administratif mereka terdaftar sebagai tenaga kerja, namun tujuan aslinya adalah beribadah haji.
Janji Palsu:
Calon jemaah dijanjikan berangkat pada tahun yang sama saat mendaftar, menghindari prosedur resmi pemerintah.
"Kami akan mengejar seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penyedia visa hingga agen manipulasi administrasi keberangkatan,"tegas Brigjen Pol. Irhamni di Mabes Polri, Kamis (30/4/2026).
Polri mengklarifikasi bahwa delapan orang yang diamankan di Jakarta ini berbeda dengan tiga WNI yang sebelumnya ditangkap otoritas Arab Saudi. Delapan orang ini berhasil dicegah oleh pihak Imigrasi sebelum sempat meninggalkan tanah air.
Brigjen Pol. Irhamni mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan hanya menggunakan jalur resmi yang ditetapkan pemerintah.
"Jangan mudah tergiur tawaran berangkat haji secara instan yang justru berisiko hukum," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Bareskrim Polri Gagalkan Penjualan Sisik Trenggiling, Dua Tersangka Ditahan
Bareskrim Polri Jenguk Anak Terlantar Korban Penyiksaan Orang Tua
Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penelantaran dan Kekerasan Berat Terhadap Anak
Bareskrim Polri Asistensi Penyelidikan Dugaan Keracunan Program Makanan Bergizi Gratis
Bareskrim Ungkap Aksi Illegal Access di Platform Kripto Internasional Markets.com, Kerugian Capai Rp6,67 Miliar
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Omzet Ratusan Miliar