Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi memaparkan bahwa di era digital, proses radikalisasi tidak lagi selalu bertahap sesuai teori klasik. Intensitas paparan algoritma internet dapat memicu lompatan ideologi yang sangat cepat, terutama pada remaja yang mengalami alienasi sosial atau krisis makna hidup.
Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, menyoroti bagaimana kelompok ekstremis kini mampu mengemas propaganda menjadi sebuah pengalaman emosional, identitas kelompok, dan game-like experience (gamifikasi) yang menarik minat generasi z.
Ia mengingatkan agar penindakan hukum ke depan wajib berbasis bukti ilmiah (evidence-based policy) dan menjunjung HAM.
Psikologi Forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto menambahkan, akar kerentanan seseorang terpapar radikalisme sering kali dipicu oleh riwayat perundungan (bullying) atau krisis identitas yang tidak tertangani. Oleh sebab itu, intervensi klinis dan kesehatan mental dinilai jauh lebih efektif dibanding sekadar kontra-narasi.
Di sisi teknologi, pakar analisis data Dr. Ismail Fahmi mendorong Korps Bhayangkara memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dan analisis big data untuk menyaring anomali perilaku digital di internet sebelum beresiko menjadi aksi teror nyata.
Melalui Rakernis TA 2026 ini, Densus 88 AT Polri berkomitmen membawa strategi penanggulangan terorisme ke arah yang lebih prediktif, preventif, dan berbasis sains (science-based) demi menjaga stabilitas dan keamanan nasional.***
Artikel Terkait
Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Kota Batu, Kombes Pol Dirmanto: 3 Orang yang Diamankan
Geledah Rumah Pelaku Teroris di Kota Batu Malang, Densus 88 Temukan Bahan Peledak
Polri Ungkap Sumber Dana Terduga Teroris di Batu Malang untuk Beli Bahan Membuat Bom! Ternyata Begini
Polri Sebut Pelaku Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Batu Malang Sudah Berbaiat ke ISIS
Densus 88 Selidiki Motif Terduga Teroris di Batu Malang yang Rakit Bom Terpovokasi Propaganda
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Tiga Orang Terduga Teroris Kelompok Anshor Daulah Jateng