JAKARTA, MOCOSIK.COM – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama PT PLN (Persero) resmi merilis hasil investigasi awal terkait pemadaman listrik massal (blackout) yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Pulau Sumatera pada Jumat, (22/5/2026).
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) memastikan bahwa insiden tersebut murni dipicu oleh faktor teknis akibat cuaca ekstrem, sekaligus menepis isu miring adanya unsur sabotase.
Konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin (25/5/2026) ini dibuka oleh Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan informasi publik atas peristiwa yang sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat tersebut.
Wakabareskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifudin, memaparkan bahwa pada Minggu (24/5/2026), tim gabungan lintas fungsi yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditpidter), Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditpidum), Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, serta teknisi ahli PT PLN telah merampungkan investigasi lapangan.
Baca Juga: Bareskrim Bongkar Sindikat Haji Ilegal: 127 Kali Beraksi Sejak 2024
Tim gabungan menyisir lokasi menara transmisi utama di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Berdasarkan hasil identifikasi kronologis, petaka kelistrikan ini bermula pada Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai.
"Gangguan pada SUTET 275 kV tersebut dipicu oleh cuaca buruk di wilayah Jambi yang mengakibatkan sistem transmisi utama keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera. Hal ini memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik secara drastis,"kata Irjen Pol. Nunung Syaifudin.
Ketidakstabilan sistem itu memicu efek domino (trip berantai) pada sejumlah pembangkit listrik besar, hingga mengakibatkan padam total di enam provinsi, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan.
Terkait ditemukannya kabel transmisi yang putus di sekitar menara, Irjen Pol. Nunung menegaskan bahwa struktur fisik menara SUTET secara umum dalam kondisi kokoh dan tidak ada kerusakan akibat benturan atau pengrusakan sengaja.
"Sampai dengan saat ini, kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan. Kerusakan kabel berbentuk serabut terurai akibat pembebanan mekanis dan termal, bukan potongan rapi akibat alat pemotong. Dugaan kuat mengarah pada faktor mekanis gesekan angin, atau loncatan arus listrik (arc flash) akibat sambungan longgar di tengah cuaca ekstrem,"jelas Wakabareskrim.
Ia mengatakan, jika saat ini sampel kabel telah dibawa ke labfor untuk diuji secara ilmiah.
Artikel Terkait
Bareskrim Polri Jenguk Anak Terlantar Korban Penyiksaan Orang Tua
Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penelantaran dan Kekerasan Berat Terhadap Anak
Bareskrim Polri Asistensi Penyelidikan Dugaan Keracunan Program Makanan Bergizi Gratis
Bareskrim Ungkap Aksi Illegal Access di Platform Kripto Internasional Markets.com, Kerugian Capai Rp6,67 Miliar
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Omzet Ratusan Miliar
Bareskrim Polri Sita Kapal Pengangkut Pasir Timah Ilegal, Jaringan Penyelundupan ke Malaysia Didalami