"Kami tetap berikhtiar antarperangkat daerah. Kebersamaan dan sinergi ini yang harus terus kita bangun,"ujarnya.
Dalam rakor tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pencegahan korupsi, penguatan tata kelola pemerintahan, serta pengawasan keuangan daerah.
Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, Ely Kusumastuti, memaparkan strategi mitigasi risiko korupsi melalui penguatan pengawasan pada tiga area rawan, yakni perencanaan, penganggaran, serta pengadaan barang dan jasa.
Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Cheka Virgowansyah, menjelaskan penguatan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, juga menekankan pentingnya membangun budaya integritas dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan.
Program ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama KPK dan Kemendagri yang disepakati pada Juli 2026 untuk memperkuat upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah.
Melalui strategi nasional yang dijalankan secara bertahap di berbagai klaster wilayah, rakor di Surabaya menjadi langkah awal dalam membangun pemerintahan daerah yang bersih, transparan, dan berintegritas demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian, Infrastruktur dan Pembangunan BPKP Kewilayahan Aryanto Wibowo, serta jajaran perangkat daerah dari Jawa Timur dan Bali.***
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Kuansing, Sekda dan Direktur Swasta sebagai Tersangka Suap Jabatan
KPK Tahan Eks Sekjen MPR RI Periode 2016–2023, Diduga Terima Gratifikasi Rp30 Miliar
Diduga Peras OPD dan Potong Insentif Pegawai BPKAD Rp5,7 Miliar, Bupati Sukoharjo Ditahan KPK
Diduga Korupsi Proyek Rp17,9 Miliar, Bupati Lombok Barat dan Dua Direktur Ditahan KPK
KPK Perkuat Integritas ASN ATR/BPN Lewat Pelatihan Antikorupsi Sektor Pengadaan Barang dan Jasa