MOCOSIK.COM - Modus penipuan mengatasnamakan pejabat di Kabupaten Jombang kembali terjadi, kali ini dilakukan melalui aplikasi WhatsApp.
Dalam modus penipuan ini, oknum tersebut mencatut nama beberapa pejabat di lingkup Pemkab Jombang, seperti Sekdakab Jombang Agus Purnomo, KH. Cholil Dahlan Ketua MUI Jombang, Wakil Bupati Jombang Sumrambah, dan menyebut Kantor Kementerian Agama Bimas Islam Kemenag RI.
Pesan singkat yang dilancarkan oknum tersebut, berisi tentang tipu-tipu program penyaluran bantuan, donasi yang ditujukan untuk takmir Masjid/Musholla yang sudah terdaftar di Kantor Kementerian Agama Bimas Islam Kemenag RI.
Baca Juga: Bupati Jombang Teken MoU dengan Ruang Temu Generasi Sehat Indonesia
Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, menanggapi hal tersebut dan menghimbau masyarakat untuk tidak menanggapi permintaan oknum, serta memastikan hal tersebut adalah penipuan. Menurutnya, modus penipuan ini sudah terjadi sebelumnya pada tahun 2020 hingga 2022 lalu.
"Saya baru saja mendapat pesan WhatsAap, saat ini mulai banyak lagi modus penipuan, dan ini tidak kenal bulan suci Ramadhan, penipuan yang menyasar kepada takmir Masjid/Mushola yang mencatut nama saya untuk memberikan bantuan atau donasi. Bahkan ada teman saya yang terlanjur mentransfer sejumlah uang,"tutur Wabup Sumrambah.
"Untuk itu, saya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada akan modus penipuan tersebut, dan saya pastikan itu adalah penipuan,"imbuhnya.
Selain itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jombang Moch. Agus Djauhari meminta masyarakat, agar tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat di lingkup Pemkab Jombang.
"Modus penipuan ini bisa saja dilakukan dengan memanfaatkan jejaring media sosial (medsos) seperti Whatsapp, Facebook, Instagram, dan lainnya,"kata Moch. Agus Djauhari.
Untuk meyakinkan korbannya, lanjut Agus Djauhari, pelaku juga nekad menggunakan foto pejabat pada akun WA dan medsosnya dan berbicara seolah sebagai pejabat bersangkutan.
"Sebagai tindakan pencegahan, warga masyarakat diminta untuk berhati-hati dengan iming-iming dan janji dari oknum tersebut. Sebaiknya, konfirmasi dilakukan terlebih dahulu kepada pihak terkait agar tidak tertipu dan terperdaya,"pesannya.
Agus Djauhari menambahkan, Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menyalurkan bantuan sosial dan lainnya, melalui surat resmi dan berhubungan langsung dengan instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.
Baca Juga: Bupati Jombang Hadiri Kenduren Sedekah Bumi di Kebontemu Peterongan
"Kasus penipuan ini harus diwaspadai oleh masyarakat, mengingat teknologi memberikan peluang bagi pelaku kejahatan dalam memperdaya korban melalui perangkat teknologi,"ujarnya.
Artikel Terkait
Bupati Jombang Hadiri Kenduren Sedekah Bumi di Kebontemu Peterongan
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab Berangkatkan Jalan Sehat HUT ke 3 ABPEDNAS
Gubernur Khofifah Bersama Bupati Jombang Hadiri Nisfu Sa'ban di Ponpes Rejoso Peterongan
Bupati Jombang Pimpin Apel Kerja Karyawan Pemkab Jombang
Mantan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko Tutup Usia, Diduga Akibat Serangan Penyakit Jantung