Kemenag Akan Gelar Gebyar Nuzulul Qur'an dan Pamerkan Sembilan Mushaf Fenomenal

photo author
- Minggu, 9 April 2023 | 22:33 WIB
Kemenag Akan Gelar Gebyar Nuzulul Qur'an dan Pemerkan Sembilan Mushaf Fenomenal (kemenag.go.id)
Kemenag Akan Gelar Gebyar Nuzulul Qur'an dan Pemerkan Sembilan Mushaf Fenomenal (kemenag.go.id)

MOCOSIK.COM - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Gebyar Nuzulul Quran pada 10-14 April 2023. Kegiatan yang akan berlangsung di Lobi Gedung Kantor Pusat Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat ini terbuka untuk masyarakat umum.

“Dalam Gebyar Nuzulul Quran ini, kita akan menampilkan sembilan Mushaf fenomenal yang saat ini menjadi koleksi Bayt Al-Qur’an Kemenag,”kata Kepala Balitbang Dan Diklat Kemenag, Suyitno, di Jakarta, Sabtu (8/4/2023).

Pertama, mushaf tertua yaitu Mushaf Usman bin Affan (replika). Replika Mushaf Usman bin 'Affan ini dipamerkan agar publik mengetahui bagaimana teks pada Mushaf masa awal yang masih tanpa tanda titik dan tanda baca.

Baca Juga: Kemenag Siapkan Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2023, Rencana Dibuka Pertengahan April

Kedua, mushaf terindah yaitu Mushaf Istiqlal. Mushaf ini didesain dengan merepresentasikan Indonesia, berhiaskan 45 ragam hias dari seluruh wilayah Indonesia.

Ketiga, mushaf terbesar atau Mushaf Wonosobo adalah mushaf Al Quran raksasa dengan ukuran halaman 150 X 200 cm, ukuran teks 80 x 130 cm, atau 2 X 3 m bila dibuka. Ditulis di atas kertas manila berukuran 1,5 X 2 m dengan beratnya mencapai 165 kg. Sampulnya dibuat dari kayu jati yang dilengkapi dengan penguat dari besi tahan karat.

Sehingga, berat keseluruhan Mushaf Al-Qur'an beserta sampulnya sekitar 3 kuintal. Untuk mengangkatnya diperlukan 8 orang.

Keempat, mushaf terkecil, yaitu Mushaf Istanbul. Mushaf ini dicetak berukuran mini, dengan panjang kurang dari 2 cm.

Kelima, mushaf kenegaraan pertama, yaitu Mushaf Pusaka. Mushaf ini ditulis atas prakarsa Presiden RI, Ir. Soekarno dan merupakan Mushaf resmi yang ditulis tangan pertama kali setelah kemerdekaan RI.

Mushaf ini dianggap sebagai hadiah dari umat Islam Indonesia untuk kemerdekaan RI. Peresmian mushaf ini dilakukan dengan penulisan huruf ba’ (huruf pertama Basmalah) oleh Bung Karno, dan diakhiri dengan huruf mim (huruf terakhir) oleh Bung Hatta.

Keenam, mushaf terbanyak dicetak yakni Mushaf Standar Indonesia Rasm Usmani. Mushaf Rasm Usmani menjadi rujukan resmi para penerbit dan percetakan Al-Qur'an di Indonesia dalam memproduksi mushaf Al-Qur'an.

Ketujuh, mushaf braille yang diperuntukkan bagi tuna netra. Mushaf Al-Qur'an yang ditulis dengan aksara braille, digunakan oleh para Sahabat Tuna Netra.

Kedelapan, mushaf isyarat yang biasa digunakan oleh teman tuli. Al-Qur'an bahasa isyarat ini digunakan oleh para Sahabat Tuli.

Kesembilan, mushaf kuno-kunoan. Ini yang dimaksud yaitu mushaf kuno palsu atau mushaf yang dibuat seolah-olah kuno,”ungkap Suyitno.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Samsudin Yahya

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X