Gubernur Jatim Berikan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya Pada 625 Guru

photo author
- Kamis, 4 Mei 2023 | 13:10 WIB
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalencana Karya Satya kepada 625 guru (kemendagri.go.id)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalencana Karya Satya kepada 625 guru (kemendagri.go.id)


MOCOSIK.COM - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kembali memberikan penghargaan tanda kehormatan Republik Indonesia Satyalencana Karya Satya, kepada 625 guru di Gedung Negara Grahadi pada hari Rabu (3/5).

Secara total, dalam satu hari, Khofifah Indar Parawansa langsung memberikan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada 625 orang guru. Penyerahan tanda kehormatan ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dimulai pukul 09.00 WIB, diikuti oleh sesi kedua pukul 11.00 WIB, dan sesi terakhir diadakan pukul 15.00 WIB.

Menariknya, setiap kali Gubernur Jatim menyematkan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya di dada kiri guru penerima, beliau selalu menyampaikan terima kasih atas dedikasi mereka.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Kasus Transaksi Janggal Rp349 Triliun Lenyap dan Mahfud MD Diam Seakan Dihalangi

"Setiap kali saya menyematkan tanda kehormatan Republik Indonesia Satyalencana Karya Satya di antara kalian semua, terdengar atau tidak terdengar, saya membaca Bismillah. Kenapa? Supaya kasih sayangnya Allah turun kepada kalian semua," kata Khofifah Indar Parawansa.

Selain ungkapan terima kasih, Khofifah Indar Parawansa juga menyampaikan rasa syukur atas dedikasi para penerima SLKS ini. Hal ini juga mengandung makna terima kasih kepada para guru, pahlawan tanpa tanda jasa yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun demi mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim juga memberikan pesan kepada para guru agar tidak pernah lelah mendoakan semua murid mereka, termasuk murid-murid yang sering dianggap nakal. Bagi Gubernur Jatim, "nakal" diartikan sebagai N-Akal alias akalnya tidak terbatas.

"Dari dulu saya menterjemahkan 'nakal' sebagai N-Akal atau akalnya tidak terbatas. Hanya karena mungkin pintunya harus dibukakan dengan pintu-pintu kebaikan. Salah satu yang membuka pintu kebaikan adalah kalian semua,"tambahnya.

"Oleh karena itu, banyak ulama kita yang dalam doanya menyatukan guru dan murid sebagai satu rangkaian. Kita tidak hanya melihat dari prestasi-prestasi yang diraih, tetapi juga bagaimana ilmu yang dimiliki memberikan manfaat dan berkah bagi orang lain,"ungkap Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa menambahkan, bahwa tidak jarang ditemui murid yang cerdas namun memiliki perilaku bermasalah di sekolah. Maka dari itu, tugas para guru adalah mendidik anak-anak tersebut agar tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang baik.

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mendoakan agar para murid kelak menjadi individu yang cerdas, bertaqwa, dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

"Siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan membuka pintu-pintu solusi dan memberikan rezeki dari arah yang tidak terduga. Bisa berupa rezeki materi, bisa juga berupa keluarga yang harmonis, anak-anak yang sholeh dan sholehah, baik itu anak kandung maupun anak didik kita,"jelas Gubernur Jatim.

Lebih lanjut, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, bahwa ketika anak-anak kita sukses di masa depan, mereka juga akan mengingat para guru dan mendoakan mereka," jelas Gubernur Jatim.

"Semua hal ini mungkin tidak tercakup dalam koridor mata pelajaran biasa, karena ini adalah koridor sosial spiritual,"tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: kemendagri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X