Pengetahuan berkaitan dengan aturan berlalu lintas yang baik dan benar di jalan, serta tata cara mengemudi. Sedangkan keterampilan diuji melalui ujian praktek untuk memastikan gerak reflek pengemudi yang baik.
Dirlantas Polda Jatim juga menegaskan, bahwa sikap moral merupakan hasil bentukan dari keluarga, lembaga pendidikan, lembaga agama, dan lingkungan sosial.
Dalam menghadapi ujian SIM yang tegas, Kombes M Taslim Chairuddin menegaskan, bahwa proses ini bertujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang diharapkan oleh masyarakat pengguna jalan.
"Kalau orang Jawa bilang 'tego lorohne ora tegoh matine' (kita tega menyakiti anak kita), itu adalah bentuk rasa sayang kepada anak. Kami peduli jangan sampai banyak orang meninggal kecelakaan akibat karena tidak layak mengemudi,"ungkap Kombes M Taslim.***
Artikel Terkait
Terlibat Kasus Dugaan Penistaan Agama Panji Gumilang, Artis Lucky Hakim Diperiksa Bareskrim Polri
Ungkap Misteri di Balik Penemuan Mayat Wanita di Kediri, Kasat Reskrim: Tersangka Ayah Kandungnya
Dinilai Jadi Penyebab Konflik, Kapolda Jatim Himbau Perguruan Pencak Silat untuk Bongkar Tugu
Satgas TPPO Berhasil Selamatkan 2.104 Orang, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan: 804 Tersangka Diamankan
Puan Maharani Soroti Adanya Suami Aniaya Istri yang Sedang Hamil di Tangsel: Kepolisian Perlu Bertindak Tegas