GRESIK, MOCOSIK.COM - Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik bergerak cepat, meringkus Pelaku pengeroyokan seorang pedagang pentol di Menganti.
Kapolres Gresik, AKBP Arief Kurniawan, S.I.K, melalui Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan menyampaikan, bahwa pihaknya berhasil menangkap satu orang berikut barang bukti disita dari tangan Pelaku.
"Satu orang Pelaku berhasil kami amankan. Sementara Pelaku lainnya, saat ini masih dalam pengejaran petugas dan kami juga sudah mengantongi identitas mereka,"terangnya. Jumat, (18/10/2024).
Baca Juga: Dipicu Tantangan di Medsos, Dua Gengster yang Tawuran di Kelurahan Bloto Mojokerto Dibekuk Polisi
AKP Aldhino Prima Wirdhan menyebut, Identitas Pelaku yang diamankan adalah ML (17), warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
"Peristiwa itu bemula pada hari Rabu 09 Oktober 2024 sekira pukul 23.30 WIB. Korban berinisial AF (24) asal Menganti, saat bersama dengan saudara AR (21) asal Gempolkurung, Menganti tersebut berjualan pentol di Jalan Raya Desa Pelemwatu,"ujarnya.
Menurutnya, saat itu ada konvoi dari perguruan melintas di depan tempat jualan korban, tiba-tiba ada yang berhenti awalnya 3 orang turun dari sepeda motor mendatangi korban.
"Pelaku mendatangi korban sambil mengatakan, bahwa baju yang dipakai korban bernuansa rasis. Sambil berucap, kemudian Pelaku langsung memukul korban mengenai keningnya dan ditarik ke tengah jalan, lalu dipukuli oleh rombongan tersebut,"ungkap AKP Aldhino Prima Wirdhan.
Dikatakan AKP Aldhino Prima Wirdhan, Pelaku yang merupakan peserta konvoi perguruan silat itu, kemudian menghajar korban dan kurang lebih 20 orang rekan Pelaku lainnya juga turun.
"Salah satu orang memukul korban menggunakan kursi mengenai kepala, sehingga korban menutupi kepala dan wajah korban menggunakan tangan. Selanjutnya, diikuti oleh beberapa orang juga memukul korban mengenai kepala, punggung dan bahu sebelah kiri,"katanya.
Baca Juga: Viral di Medsos Konvoi Bawa Sajam, 7 Anggota Gangster Oknum Selatan Kota Diringkus Polres Jombang
Tidak hanya itu, rombongan perguruan silat menyeret korban kearah tempat bangunan yang belum jadi, kemudian korban dipukuli lagi mengenai kepala dan badan korban.
Akhirnya warga sekitar berdatangan dan melerai, sehingga rombongan perguruan silat tersebut melarikan diri.