Ia juga menjelaskan, bahwa Sekolah Rakyat yang dibuka pada Juli nanti bersifat sementara. Sementara untuk pembangunan sekolah permanen, pemerintah daerah diminta menyediakan lahan seluas 8,5 hektare per lokasi.
"Sekolah permanen hanya bisa diwujudkan jika lahan sudah disiapkan. Untuk itu kami harap dukungan dari Pemprov, Pemkab, dan Pemkot,"pungkasnya.
Adapun proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat tahap pertama telah berlangsung melalui penetapan kepala daerah dan verifikasi lapangan (home visit).
Program ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas dan merata, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).***